Pemupukankelapa sawit biasanya dilakukan 2 kali dalam setahun, yakni saat awal musim dan akhir musim penghujan. Apabila pemupukan kelapa sawit menggunakan NPK 15-15-15, dosis perpohonnya sebanyak 4 kg ditambah DSP 1 kg perpohon. Penggunaan kompos untuk tandan sawit, sedangkan bahan organik berguna untuk lahan yang kurang kandungan organiknya. DosisPupuk Kelapa Sawit Dosis dan Jenis Pupuk untuk Kelapa Sawit TBM pada Tanah Podsolik Keterangan *Jika yang tersedia hanya Urea, maka ZA (21%N) diganti ke Urea (46% N), maka konversinya: 21/45 = 0,47. Jika petani memiliki Urea, maka dosis ZA dikalikan 0,47. Tingginyadosis pernupukan untuk berbagai tanaman berbeda‑beda. Untuk mengetahui dosis yang tepat diperlukan data‑data hasil percobaan. Dalam keadaan di mana hasil percobaan belum tersedia, dosis pupuk yang digunakan adalah dosis rekomendasi yaitu dosis pemupukan yang diberikan oleh balai‑balai penelitian atau instansi yang berwenang. Selainitu, pemakaian pupuk organik padat Power Nutrition pada tanaman kelapa sawit juga akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas produksi buah. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit dengan Pupuk Organik Padat Power Nutrition Dosis anjuran pemupukan kelapa sawit adalah 15 – 18 kg/ha per tahun. POWER NUTRITION diaplikasikan pada tanaman fase TM. Pengujianterbadap uojuk-kerja pupuk cair aktifini terbadap berbagai tanaman baru akan dilaksanakan pada kegiatan tabun ke 2, yang proposal kegiatannya akan diusulkan pada tabun 2012. Berdasarkan kegiatan penelitian tabun kedua ini1ab nantinya dosis tepat pupuk organik aktif terhadap jenis tanaman dan usia tanam nantinya dapat ditentukan deogan GGDr5. Tuesday, September 27, 2016 budidaya kelapa sawit pupuk Dasar Pertanian - Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat bisa anda dapatkan disini. Memiliki kebun kelapa sawit merupakan salah satu kekayaan yang dapat berkembang cukup pesat. Lebih lagi kebun kelapa sawit yang dikelola dapat membuahkan hasil panen yang maksimal. Namun untuk memiliki kebun kelapa sawit yang unggul tidak semua orang bisa memilikinya. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila kita ingin budidaya kelapa sawit cepat sukses. Jika syarat tersebut telah kita penuhi, maka harapan untuk mendapatkan hasil panen buah sawit akan kita dapatkan. Bayangkan saja jika anda memiliki banyak kebun sawit dan rata-rata semuanya merupakan sawit unggulan. Dapat dipastikan anda adalah orang yang sukses dan banyak yang menjadi masalah dalam budidaya kelapa sawit adalah banyak para petani yang mengluhkan hasil panen yang kurang maksimal, pohon kelapa sawit tidak mau berbuah, kalaupun berbuah hanya sedikit dan itupun juga tidak maksimal. Akhirnya banyak para petani kelapa sawit yang beralih profesi. Sebenarnya memkasimalkan kelapa sawit agar mau berbuah lebat dan unggul itu cukup mudah. Jika anda termasuk orang yang masih awan dalam masalahn budidaya kelapa sawit, maka bisa anda pelajari bagaimana cara budidaya kelapa sawit cepat sukses. Silahkan Baca Tips Paling Ampuh Budidaya Kelapa Sawit Cepat Sukses Ketika anda memutuskan untuk membudidayakan kelapa sawit sebagai lahan perkebunan yang dapat menghasilkan keuntungan, maka salah satu syaratnya adalah anda harus memahami bagaimana proses dalam pemupukan kelapa sawit dan dosis pemupukan kelapa sawit yang tepat. Karena pupuk merupakan nutrisi penting yang dapat menjadi salah satu penentu keberhasilan dalam budidaya kelapa orang yang bertanya seperti ini, "Berapa sih dosis pemupukan kelapa sawit yang benar dan tepat?" Karena kebanyakan para petani salah dalam memberikan dosis pemupukan kelapa sawit, sehingga pertumbuhan buah kelapa sawit tidak maksimal. Nah berikut ini dasar-pertanian akan bagikan sedikit informasi tentang Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat. Jadi silahkan anda baca dan pahami agar nanti ketika anda mau memupuk kelapa sawit bisa dilakukan dengan cara yang tepat. Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepat Tahukah anda apa saja kandungan yang dibutuhkan tanaman kelapa sawit agar dapat tumbuh berkembang dan menghasilkan buah yang unggul dan berkualitas? Maka dari itu pupuk yang digunakan juga harus mengandung unsur-unsur tersebut. Perlu diketahui bahwa pupuk yang akan diberikan untuk tanaman kelapa sawit harus mengandung unsur natrium, fosfor, kalium, magnesium, dan boron. Untuk jensi pupuk yang bisa digunakan pada tanaman kelapa sawit ini seperti pupuk urea, KCI, TSP, dan kiserit. Anda juga bisa memberikan pupuk tambahan guna mendukung pertumbuhan kelapa sawit, seperti dolomit, Borax atau Boron deficiency. Berikut ini merupakan dosis pemupukan kelapa sawit yang tepat untuk tanaman kelapa sawit yang berumur 0-3 tahun. Pupuk dengan urea dua kali dalam satu tahun dengan anjuran dosis 0,4-0,6 setiap tanaman. Pupuk juga dengan KCL sebanyak dua kali juga setiap tahun dengan dosis 0,2-0,5 kg per tanaman. Tambahkan juga pupuk kiserit dua kali setahun juga sebanyak 0,1-0,2 kg per tanaman. Terakhir tambahkan borax yang bisa diaplikasikan dua kali per tahun dengan jumlah dosis pemupukan 0,02-0,05 kg setiap tanaman. Untuk tahap penerapannya yaitu pupuk N, P, K, Mg, dan juga B silahkan anda tebarkan dengan merata di area piringan yang berjarak sekitar 20 cm dari pokok utama hingga ujung tajuk daun. Sebaiknya pemupukan tahap pertama ini dilakukan di awal musim penghujan atau sekitar bulan September sampai dengan Oktober. Selanjutnya pemupukan tahap kedua dilakukan pada akhir musim penghujanatau sekitar bulan Maret hingga April. Sedangkan untuk tanaman sawit yang sudah berumur 3 tahun keatas atau yang sudah berproduksi, dosis pemupukannya yaitu sebagai berikut Pupuk dengan urea dua kali dalam satu tahun dengan anjuran dosis 2-2,5 kg setiap tanaman. Pupuk KCL bisa anda berikan sebanyak dua kali juga setiap tahun dengan dosis 2,5-3 kg per tanaman. Pupuk kiserit bisa diberikan dua kali per tahun dlakukan setiap setahun sekali dengan dosis 0,75-1,0 kg per tanaman. Terakhir borax dapat diaplikasikan dua kali setahun dengan dosis sekitar 0,05-0,1 kg per tanaman. Silahkan Baca juga Jenis Pupuk Untuk Kelapa Sawit Yang Baik dan Berkualitas Demikianlah sedikit informsi tentang Dosis Pemupukan Kelapa Sawit Yang Paling Tepa, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat menambah wawasana anda semua. HomeBudidayaIni Jadwal Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit Sesuai Dosis yang TepatPemupukan pada kelapa sawit begitu penting dilakukan karena menyangkut produktivitas tanaman. Pupuk menyediakan unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Tanpa nutrisi yang memadai, kelapa sawit akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya. Gejala-gejala tanaman yang tidak tumbuh dengan baik pun bakal terlihat. Efeknya yaitu tanaman tak akan mampu menghasilkan buah secara pupuk kepada tanaman kelapa sawit harus dilaksanakan secara tepat. Dosis serta jadwal pemberiannya wajib memperhatikan aturan yang berlaku. Anda tidak boleh memberi pupuk secara berlebihan, atau pun terlalu sedikit. Dengan memberikan pupuk dalam jumlah yang tepat, tanaman akan tumbuh secara normal di setiap fase kehidupannya. Hal ini akan terus berlanjut sampai tanaman kelapa sawit mulai menghasilkan buah-buah yang kelapa sawit termasuk jenis tanaman yang keras, namun tanaman ini tetap butuh pupuk sebagai sumber nutrisinya. Pemupukan harus dilakukan secara tepat, tidak boleh asal-asalan, dan tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Agar nutrisi di dalam pupuk, cepat meresap ke dalam tanah, pemupukan dapat dilaksanakan pada awal atau akhir musim penghujan. Hindari memberi pupuk ketika sedang musim hujan yang baik dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki tingkat keasaman pH tanah, dan merangsang pertumbuhan akar tanaman. Frekuensi pemupukan dapat dilakukan sebanyak 2-3 kali/tahun tergantung kondisi lahan, jumlah pupuk, umur tanaman, dan kondisi tanaman di lahan. Pohon kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut atau lahan berpasir membutuhkan dosis pupuk yang lebih banyak. Pemupukan harus tetap memperhatikan segi pemberian pupuk pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan akan kami sajikan pada tabel di bawah ini!Umur bulanDosis kg/pohonZA/UreaRPMOPKieseriteSaat Tanam135812–0,100,250,250,250,500,50––0,50–0,75–––0,150,350,35–––0,100,150,25Jumlah TBM 11351,751,000,701620240,500,500,50–1,00–0,500,500,750,500,500,50Jumlah TBM 21,501,001,751,5028320,750,751,00–0,751,000,750,75Jumlah TBM 31,501,001,751,50Total4,353,754,503,70Sedangkan pupuk yang perlu Anda berikan kepada tanaman kelapa sawit menghasilkan di antaranya PemupukanDosis kg/pohonAplikasiUrea/ZARP/TSPMOPKieseriteSemester 1Semester 21,001,001,501,500,751,000,500,750,750,750,500,75Jumlah2,003,001,751,251,501,25Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan sistem tebar atau pun sistem tanam. Jika memakai sistem tebar, pupuk ditebarkan di pinggir piringan antara jarak 0,5 m pada tanaman muda, dan sekitar 1-2,4 m pada tanaman dewasa. Sementara itu pada sistem tanam, pupuk ditanamkan ke dalam lubang sebanyak 4-6 buah yang terletak di piringan. Kemudian lubang tersebut ditutup kembali supaya pupuk terlindung di dalam tanah, tidak mudah hilang, dan cepat pemupukan sebaiknya dilaksanakan pada awal musim penghujan, di mana curah hujan masih cukup kecil dengan intensitas lebih dari 60 mm/bulan. Pemupukan perlu ditunda kalau curah hujan kurang dari 60 mm/bulan. Usahakan pemberian pupuk dolomit dan RP Rock Phosphat dilaksanakan pertama kali untuk memperbaiki tingkat keasaman pH tanah serta merangsang perakaran pada tanaman. Kemudian diikuti dengan pemberian Urea/ZA dan jarak waktu antara penaburan dolomit/RP dengan urea/ZA minimal adalah 2 minggu. Seluruh pupuk di atas diaplikasikan dalam kurun waktu 2 bulan. Pemupukan dapat dihentikan untuk sementara waktu apabila dalam waktu 7 hari berturut-turut tidak terjadi hujan. Kemudian proses pemupukan ini bisa dilanjutkan lagi jika terdapat minimal 2 hari hujan dengan curah hujan mencapai 25 mm. Atau 1 hari hujan dengan curah hujan 50 mm dalam kurun waktu 7 hari berturut-turut.. Kelapa sawit menjadi salah satu jenis tanaman yang kini banyak menjadi pilihan untuk ditanam pada lahan perkebunan. Meskipun demikian pastinya anda perlu melakukan perawatan terbaik supaya nantinya kelapa sawit bisa dipanen dengan hasil memuaskan. Pemupukan menjadi salah satu persyaratan dalam pemeliharaan tanaman termasuk dengan kelapa sawit. Kini anda pun harus paham terkait pupuk sawit baru tanam. Para petani kebanyakan mengalami permasalahan saat proses pemupukan. Terkait masalah pemupukan mengenai jenis pupuk yang tidak tepat dipergunakan maupun dosis yang terbilang tidak sesuai kebutuhan. Sehingga hasil panennya pun kurang maksimal. Supaya mampu mengatasi hal tersebut maka penentuan jumlah dosis pupuk harus diperhatikan dengan baik. Pupuk sawit baru tanam tentu saja beragam sekali hingga membuat anda semakin mudah menjatuhkan pilihan. Pupuk Sawit Baru Tanam Itu Wajib Diaplikasikan Pemupukan yang dilakukan pada kelapa sawit ini menjadi salah satu kegiatan kebun wajib dilakukan. Biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk pemupukan terbilang tinggi juga. Usahakan melakukan pemupukan rutin menggunakan dosis paling tepat. Dengan begitu maka nantinya anda bisa memperoleh hasil panen sawit yang melimpah. Ternyata ada beragam jenis persyaratan yang harus dikakukan ketika memupuk tanaman setiap hari. Pembuatan pupuk NPK yang kini menjadi kebutuhan terbilang mudah sekali untuk dilakukan. Dari sini kita pun bakalan menghasilka produk dengan hasil memukau. Di setiap proses yang ada ternyata tersedia beberapa jenis pupuk sawit baru tanam. Dimana pupuk tersebut mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit supaya hasilnya nanti melimpah. Dari sekian banyak pilihan jenispupuk pastinya anda bisa memilih salah satu pupuk sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dari pada anda merasa penasaran dengan beragam jenis pupuknya. Alangkah baiknya menyimak uraian menarik berikut ini Pupuk urea Pastinya banyak sekali dari para petani yang merasa tidak asing lagi dengan pupuk ini. Dimana pupuk urea seringkali menjadi pilihan banyak orang untuk diaplikasikan pada tanaman mereka. Dengan menggunakan pupuk tersebut ternyata perkembangan tanaman pun semakin bagus. Apalagi pupuk buatan ini memang jenis pupuk tunggal dengan adanya kandungan unsur hara berupa nitrogen dalam bentuk butiran yang biasanya menggunakan rumus kimia CONH22. Pupuk ini sudah dikenal banyak orang sehingga bisa dengan mudah kita temukan di pasaran. Apalagi dari segi harganya terbilang terjangkau sekali untuk semua kalangan masyarakat. mengapa harus merasa ragu mempergunakan pupuk ini jika pertumbuhan kelapa sawit semakjn bagus. Bahkan nantinya bisa memberikan hasil panen dengan kualitas yang terbaik. Memelihara kelapa sawit bukan hal yang mudah dilakukan sebab semua hal apapun itu membutuhkan pemahaman yang meluas. Baik itu dari proses penanaman sampai akhirnya nanti kita bisa memanen sawitnya. Pupuk ZA Jenis pupuk yang satu ini memang tak mau kalah dengan pupuk urea. Dimana pupuk buatan ini telah hadir dalam bentuk Kristal. Dimana rumus kimianya adalah NH42SO4 dengan adanya kandungan unsur hara nitrogen dan juga belerang. Kini anda pun semakin mudah membedakan antara pupuk urea dengan pupuk ZA. Jadi tidak ada salahnya juga jika anda memilih jenis pupuk yang satu ini untuk diberikan pada tanaman kelapa sawit. Pupuk rock phosphate Pupuk buatan kali ini merupakan pupuk dari batuan alam fosfat dikarenakan adanya kandungan unsur P yang terbilang begitu tinggi. Kandungannya saja bisa mencapai sekitar 32 persen sebagai P2O5. Pupuk ini meripakan bahan baku galian yang sebagian besarnya memiliki kandungan mineral kalsium fosat dari adanya batuan yang sudah diolah dengan baik menjadi bubuk. Pengaplikasian pupuk pun sudah dimodifikasi semenarik mungkin dalam bentuk butiran, bubuk bahkan granular. Sehingga anda pun bisa dengan mudah mengenali pupuk yang satu ini. Pupuk triple super phosphate Pupuk tunggal kali ini mempunyai kandungan unsur P. Dimana dari segi namanya seringkali disingkat menjadi pupuk TSP. pupuk buatan tersebut sudah hadir dalam bentuk granular atau butiran hasil dari reaksi batuan fosfat dengan asam fosfat. Jadi akhirnya bisa dihasilkan sebuah senyawa dengan adanya komponen utama mono kalsium fosfat. Pupuk super phosphate 36% Jenis pupuk kali ini seringkali disingkat dengan pupuk SP 36. Dimana pupuk fosfat buatan tersebut hadir dalam bentuk butiran yang sengaja dibuat dari batuan fosfat ditambah campuran asam fosfat sekaligus asam sulfat. Kandungan unsur hara fosfor berupa mono kalsium folfat pun juga tersedia. Jadi wajar saja jika pupuk ini juga sering dipergunakan saat memberikan pupuk pada tanaman kelapa sawit. Pupuk dolomite Pastinya pupuk ini juga tak asing lagi sebetulnya ditelinga kita. Dimana pupuk tersebut asalnya dari bahan mineral alam dengan adanya kandungan unsur hara magnesium maupun kalsium yang hadir dalam bentuk bubuk dengan rumus kimianya CaMg. Kini sudah banyak sekali dari mereka yang menanam kelapa sawit mempergunakan jenis pupuk ini. Ada beberapa manfaat menarik mampu kita peroleh setelah mengaplikasikan pupuk tersebut pada kelapa sawit. Penaburan pupuk pun perlu diperhatikan jaraknya supaya tidak mengganggu pertumbuhannya. Apalagi mengenai takaran dosis pemberian pupuk juga tergolong penting sekali untuk anda perhatikan. Pupuk dengan kandungan unsur boron Pupuk yang satu ini menjadi jenis pupuk borat terbaik untuk tanaman kelapa sawit. Pupuk tersebut merupakan bahan kimia yang hadir dalam bentuk tepung namun bisa dengan mudah dicurahkan. Banyak dari mereka para petani mempergunakan pupuk ini demi menunjang perkembangan tanaman mereka. Pemupukan menjadi salah satu proses terpenting yang harus diperhatikan entah apapun itu jenis tanamannya. Kita sebagai petani harus memperhatikan seberapakah takaran dosis pemberian pupuk sawit baru tanam yang paling tepat. Dengan pemberian pupuk tepat maka perkembangan tanaman pun nantinya tidak bakalan terhambat. Tak jarang dari mereka para petani sawit belum mengerti akan pupuk sawit. Bahkan banyak pula yang masih merasa kebingungan dengan takaran dosis pemberian pupuk. Dari sini seharusnya anda mencari tahu sedetail mungkin akan takaran pemberian pupuknya. Selain itu cara penggunaan pupuk pun juga harus diperhatikan, mengingat tanaman anda adalah kelapa sawit. Pastinya ada beberapa trik khusus saat melakukan pemupukan pada tanaman. Dari sederet pupuk yang sudah disebutkan tadi tentu saja ada banyak jenis pupuk yang sering dipergunakan oleh petani. Baik itu pupuk urea maupun ZA bisa dengan mudah kita temukan di pasaran. Tak jarang pula dari mereka lebih memilih mempergunakan pupuk dolomit. Dimana pupuk tersebut memang memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Itulah tadi sekilas penjelasan menarik mengenai pupuk sawit baru tanam. Ada serangkaian proses penting yang harus kita perhatikan jika memang berkeinginan menanam kelapa sawit. Masalah pemupukan menjadi salah satu permasalahan yang harus kita perhatikan. Sebab takaran maupun jenis pupuk yang tepat harus kita pertimbangkan. Akankah jenis pupuk pilihan kita sudah sesuai dengan kebutuhan ataukah belum. Jangan sampai pertumbuhan kelapa sawit menjadi terhambat hanya karena kita salah memilih pupuk. Apalagi untuk takaran dosis pemberian pupuk kita seharusnya juga mempelajarinya. Ada banyak sekali ilmu yang bisa kita dapatkan asalkan mau belajar dengan baik. Termasuk masalah pemupukan pada tanaman sawit baru tanam ini. – Pemupukan sawit baru tanam adalah proses penting yang harus dilakukan oleh petani untuk menjamin hasil panen yang maksimal. Pumupukan ini juga merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil produksi minyak. Jenis pupuk sawit yang biasa dipakai merupakan pupuk tunggal ataupun pupuk majemuk, terutama yang mempunyai kandungan unsur N, P, dan K, Mg, serta B. Unsur B ialah salah satu unsur yang cukup penting, terutama pada tanaman muda, sebab tanaman yang kekurangan unsur B bisa mengakibatkan kematian tanaman muda. Sebagian jenis pupuk yang bisa dipakai antara lain pupuk Urea, TSP, KCL, Kieserite, serta Borax. Takaran pemupukan buat masing masing tergantung tempat saling berbeda, tergantung dari tingkatan kesuburan tanahnya. Misalnya pada tanah hutan yang baru dibuka, takaran pupuk berbeda dengan wilayah tepi laut yang kesuburan tanahnya relatif rendah. Tidak hanya tergantung pada tempatnya, pemupukan kelapa sawit juga tergantung pada umur tanaman. Dosis pemupukan pada tanaman yang belum menghasilkan buah berbeda dengan tanaman yang telah menghasilkan. Supaya didapat takaran pemupukan yang pas, perlu diadakan analisis daun dan tanah, dan observasi pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Setelah mengetahui dan memeriksa gejala-gejala defisiensi hara pada budidaya sawit Sahabat, langkah selanjutnya adalah memastikan cara pemupukan yang diaplikasikan sudah efektif, efisien, dan sesuai dengan tujuan pemupukan. Untuk bisa mendapatkan produktivitas dan kualitas produksi sawit yang tinggi, Pak Tani perlu mengikuti 5 Tepat dalam pemupukan, yakni Tepat jenis, sesuaikan formulasi pupuk dengan unsur hara yang dibutuhkan dosis, aplikasikan pupuk pada tanaman sawit sahabat sesuai dengan anjuran agronomis/PPL waktu, sesuaikan pemberian pupuk dengan kebutuhan hara di tiap fase pertumbuhannya, mulai dari pembibitan nursery, sawit belum menghasilkan TBM, sawit sudah menghasilkan TM.Tepat cara, ikuti petunjuk aplikasi yang tertera pada kemasan dibenamkan/disebar agar hara terserap dengan lebih sasaran, pelajari lingkungan di sekitar tanaman budidaya dan konsultasikan dengan agronomis untuk hasil yang maksimal. Berikut ini adalah rekomendasi pemupukan pada tanaman kelapa sawit dari tim Pak Tani, simak yuk! A. Pembibitan 1-12 Bulan Gunakan NPK 15-15-6-4 yang mengandung N & P lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan awal bibit, pembentukan akar & batang. Anjuran Dosis 30gr/pohon untuk bibit 1-3bulan, dan 75gr/pohon untuk bibit 4-12 bulan. Berikan tiap 3 bulan dengan cara dibenamkan 3-5cm pada tanah. B. Tanaman Belum Menghasilkan 1-3 Tahun Gunakan NPK 12-12-17-2+TE dengan NPK berimbang untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif. Anjuran Dosis 2-2,5kg/pohon, bagi menjadi 2-3 kali pemupukan dalam 1 tahun dengan cara dibenamkan dalam tanah 10-15cm atau disebarkan di sekeliling tanaman dengan radius 2/3 dari tajuk. C. Tanaman Menghasilkan 4 – >20 Tahun Gunakan NPK 13-6-27-4+0,65B atau NPK 13-8-27-4+0,5B tergantung karakter tanah, dengan hara K yang dominan untuk meningkatkan produksi buah. Anjuran Dosis 2-2,5kg/pohon untuk tanaman 4-8 tahun, 3-4kg/pohon untuk 9-13 tahun, 2-3,5kg/pohon untuk 14-20 tahun dan 2-3kg/pohon untuk tanaman menghasilkan di atas 20 tahun. Bagi menjadi 2 kali pemupukan dalam 1 tahun dengan cara dibenamkan dalam tanah 10-15cm atau disebarkan di sekeliling tanaman dengan radius 2/3 dari tajuk. Pemberian pupuk dilakukan 2 kali setahun, yaitu pemupukan pada awal musim hujan september- oktober, sedangkan pemupukan kedua pada akhir musim hujan Maret – April. Pemupukan dilakukan dengan metode menyebarkan pupuk dengan cara menyeluruh dalam piringan. Daerah tebaran pupuk pada TBM mulai pada jarak 20 centimeter dari pokok hingga batas piringan. Sementara itu pada TM, jarak pemupukan semakin jauh dari pokok pohon. Disamping itu, terdapat cara pemupukan lain yaitu dengan membuat parit disekeliling tanaman, kemudian pupuk sawit tersebut disebarkan dalam parit setelah itu ditimbun tanah. Jarak parit ke tanaman pokok semakin jauh cocok dengan umur tanaman. Pengertian Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk Majemuk yaitu pupuk yang memliki lebih dari satu unsur hara yang dapat digunakan untuk menambah kesuburuan tanah dan membantuk perkembangan tanaman. Ada banyak jenis pupuk majemuk misalnya NP, NK NPK dll. Sementara pupuk NPK yang paling banyak digunakan adalah pupuk yang banyak mengandung senyawa ammonium nitrat NH4NO3, ammonium dihidroge fosfat NH4H2PO4, serta kalium klorida KCL. Manfaat N, P, K pada tanaman Secara spesifik manfaat unsur nitrogen, fosfor dan kalium pada tanaman sebagai berikut Sesuai dengan pengertian pupuk mejemuk, maka pupuk NPK terdiri dari 3 unsur hara yaitu unsur nitrogen N, Fosfor P, dan Kalium K. Dibawah ini akan diuraikan tentang manfaat dari ketiga unsur tersebut pada tanaman khususnya pada kelapa sawit. Pupuk NPK merupakan unsur hara penting bagi tanaman. Nitrogen merupakan unsur hara penting bagi tanaman, umumnya diperlukan guna pembentukan dan pertumbuhan bagian – bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang, maupun akar. Nitrogen merupakan komponen penyusun dari banyak senyawa esensial bagi tumbuhan, seperti asam amino. Setiap molekul yang tersusun atas dari asam – asam amino dan setiap enzim merupakan protein maka nitrogen merupakan unsur penyusun protein dan enzim. NITROGEN N Nitrogen merupakan unsur yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman karena 16-18% protein terdiri atas nitrogen. Pupuk yang paling tinggi mengandung nitrogen adalah pupuk urea. Jenis jenis pupuk nitrogen Pupuk urea CO NH22 mengandung sekitar 47% nitrogen merupakan pupuk urea yang paling tinggi mendangung nitrogen dibandingkan dengan jenis pupuk urea lain. Pupuk urea sangat mudah larut dalam air dan mudah diubah menjadi ion nitrat NO3- yang diserap tumbuhan. Formula dari pupuk urea adalah 2NH3 g + CO2 g CONH22S = H2O I Pupuk ZA Zwawel Ammonium atau ammonium sulfat NH42SO4 yang mengandung nitrogen sekitar 21% nitrogen. Pupuk ammonium klorida salmiak atau NH4Cl, mengandung sekitar 20% nitrogen Pupuk ASN ammonium sulfat nitrat atau [NH43SO4NO3], megandung sekitar 23 sampai 26% unsur nitrogen. Pupuk natrium nitrat atau sodium nitrat NaNO3, mengandung sekitar 15% unsur nitrogen Gejala yang ditimbulkan akibat kekuaran unsur nitrogen pada tanaman Seperti dijelaskan diatas unsur nitrogen merupakan bagian terpenting dalam tanama, maka bila tanaman mengalami kekurangan unsur ini maka akan berdampak pada tanaman itu sendiri. Adapun dampak yang ditimbulkan akibat kekurangan unsur nitrogen sebagai berikut Daun berwarna pucat kekuning-kuningan Daun yang sudah tua kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun Dalam keadaan kekuarangan yang cukup paran daun menjadi kering dimulai dari bagian paling bawah diteruskan kebagian atas Pertumbuhan menjadi melambat dan kerdil Perkembagan buah tidak sempurna tidak bagus, sering kali matang sebelum waktunya. FOSFOR P Sedangkan fosfor berfungsi sebagai proses fsiologis pada tanaman seperti fotosintesis dan respirasi yang mana hal ini sangat membantu perkembangan akar sehingga lebih tahan terhadap kekeringan serta mempercepat masa pemanenan sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan pemanenan. Jumlah fosfor yang diperlukan lebih sedikit dari unsure nitrogen. Penyerapan fosfor oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat FePO4, dan AIPO4 Jenis pupuk fosfor Pupuk super fosfat CaH2PO42 jenis fosfor ini sangat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. Contohnya, Engkel Superfosfat ES mengandung sekitar 45% KALIUM K Sementara itu kalium berperan dalam berbagai aktivitas yg esensial dlm reaksi – reaksi fotosintesi dan respirasi serta enzim yang terkain pada sintesi protein dan pati. Selain itu fungsi kalium bagi tanaman adalah untuk mempengaruhi susunana dan mengedarkan karbohidrat dalam tanaman, mempercepat metabolisme unsur nitrogen, mencegah bunga dan buah tidak mudah gugur. Terdapat beberapa jenis pupuk kalium seperti berikut Pupuk kalium kllorida atau potassium klorida KCL. Untuk pupuk KCL sendiri terdapat dua jenis yang beredar dipasaran yakni KCL 80 memiliki 50% K20 dan KCL 90 memiliki 53% K20. Pupuk ZK Zwawel Kalium atau kalium sulfat K2SO sangat baik digunakan pada tanaman yang tidak kuat terhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Terdapat 2 jenis pupuk ZK yg beredar dipasaran yakni ZK 90 mengandung 50% K20 dan ZK 96mengandung 53% K20. Penggunaan pupuk majemuk harus sesuai dengan jenis tanaman yang akan diberikan pupuk, sebab setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N,P dan K tertentu. Dosis yang dianjurkan pada kelapa sawit Untuk dosis pupuk yang dianjurkan sebenarnya sangat bergantung pada usia tanaman, faktor kesuburan lahan, pH tanah dll. Dosis pupuk majemuk NPK dan Pupuk Tunggal Umur bibit bln Jenis dan dosis pupuk Keterangan NPK 15-15-6-4 NPK 12-12-17-12 g/bibit//bln Kieserit g/bibit//bln Pre Nursery PN 1 3 2,5 g/l air/ 100 bibit/minggu – – 10cc/bibit/minggu 4 – – – – 5 – 7,5 2,5 – 6 – 15 2,5 – 7 – 25 5,0 – 8 – 30 5,0 – 9 – 30 5,0 – 10 – 35 7,5 – 11 – 35 7,5 – 12 – 35 7,5 – 14 – 40 10,0 – Dosis yang dianjurkan pada saat tanam Pemberian pupuk jenis fosfat untuk menciptakan reaksi tanah kearah yang lebih netral pada bagian perakaran dan menambah unsur hara fosfor sehingga perakaran dan perkembangannya menjadi sempurna. Pemberian pupuk fosfat alam sekitar 500 sampai dengan 750 g tiap tanaman Pemupukan TBM kelapa sawit Berdasarkan umur kelapa sawit Umur – Tanaman Jika menggunakan pupuk majemuk 12-12-17-2 kg/ph/th Jika menggunakan pupuk tunggal Urea TSP MOP Kieserit TBM 0 1 – 1,5 0,25 – 0,50 0,25 0,75 – 1,00 0,25 – 0,50 TBM 1 1,5 – 2,0 0,50 – 0,75 0,50 – 0,75 1,00 – 1,25` 0,25 – 0,50 TBM 2 2,0 – 2,5 0,75 – 1,00 0,75 – 1,00 1,25 – 1,75 0,25 – 0,50 TB 3 2,5 – 3,0 1,00 – 1,25 1,00 – 1,25 1,50 – 1,75 0,25 – 0,50 Dosis berdasarkan kesesuaian lahan dan umur tanaman Kelas Kesesuaian Lahan KKL Dosis pupuk majemuk kg/ph/th Berdasarkan umur Formula pupuk majemuk yang direkomendasikan 3 – 8 thn 9 – 14 thn >14 – 22 KKL I 4,00 – 5,50 5,50 – 7,75 4,50 – 6,00 13-6-27-4+0,65B KKL II 5,50 – 6,50 6,50 – 8,00 5,00 – 6,50 12-6-22-3 KKL III dan Gambut 6,50 – 7,00 8,00 – 9,50 6,00 – 7,50 13 – 8-27-4+0,65B

dosis pupuk sawit baru tanam