Ismail: Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu. Insya Allah s.w.t. kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar. Ibrahim : Bahagialah aku memiliki seorang putera yang taat kepada Allah, berbakti kepada orangtua dan ikhlas menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah. (Ibrahimpun memeluk Ismail lalu mengikatnya dan membaringkannya dilantai.
1 1 NASKAH DRAMA 8 ORANG PEMAIN : - NATASHA AULIA PUTRI - NURUL SAFIRA - SITI AISYA - DHEA SYIFA SHAFIRA - DWIMATA TESA ARTIKA - KEZIA GRACE MONICA - TAUFIK RAHMAN - KRESNA DWIKY RAMADHANA Peran : Dhea Syifa Shafira = Murid Dwimata Tesa Artika = Murid Kezia Grace Monica = Murid Yang Kehilangan Dompet Natasha Aulia Putri = Murid Nurul Safira
206 Sayla : (Memasang lilin dan make a wish kemudian meniupnya kembali) "Pertama aku mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah mengijinkan aku menginjak usia 16 tahun. Lalu untuk ayah dan bunda terima kasih karena sudah membesarkanku dengan kasih sayang, dan untuk teman-teman saya ucapkan terima kasih karena sudah mau menghadiri acara ini, especially Gina sahabatku.
1 Naskah Drama 7 Orang Maafkan Aku, Sahabatku Di saat itu, di sebuah kamar terlihat seorang gadis yang beru saja pulang dari sekolah. dia duduk di tempat tidur sambil membuka sepatunya. Gadis itu bernama Anita dia berumur 15 tahun dan baru menduduki kelas 3 SMP di SMP terfaforite se-Kota Bogor yaitu SMP Negeri 1 Bogor.
naskahdrama malahayati drama malahayati. ini adalah sebuah cerita tua, cerita tentang laksamana wanita pertama kali di dunia. malahayati : ayah. mala sudah memutuskan. ketika dewasa nanti, aku akan mengarungi lautan, menjadi laksamana yang hebat seperti ayah. bahkan, mala akan menjadi laksamana yang lebih hebat lagi. ayah
qIkHy. SinopsisNaskah drama berjudul Ayahku Pulang ini, berkisah tentang seorang ayah yang bernama Raden Saleh tega meninggalkan istri dan anak-anaknya yang masih kecil demi mengejar harta. Saat Raden Saleh pergi, keadaan rumah pun masih miskin. Anak pertamanya bernama Gunarto, saat itu masih berumur 8 tahun, anak keduanya bernama Maimun yang saat itu juga masih balita, sedangkan anak ketiganya, Mintarsih saat itu masih dalam kandungan sang ibu. Sang ayah pergi merantau untuk bekerja di Singapura. Setelah sukses di sana, kemudian ia menikah dengan seorang janda yang saat api membakar habis tokonya, ia menanggung kerugian besar. Investasi yang ia lakukan pun gagal, akhirnya ia pun terlunta-lunta. Kini usianya telah tua dan ia memilih untuk kembali ke keluarganya yang puluh tahun sudah berlalu, Gunarto kini sudah dewasa dan menjadi tulang punggung keluarganya. Gunarto bekerja di pabrik tenun, wataknya keras karena beratnya perjuangan hidup yang harus ia lalui tanpa kasih sayang dan didikan seorang ayah. Maimun juga sudah memiliki pekerjaan, sedangkan Mintarsih bekerja dengan menerima itu keluarganya sangat bahagia tanpa seorang ayah yang menemani kehidupan mereka. Pada malam hari Raya Idul Fitri, saat Gunarto pulang kerja. Gunarto menemukan ibunya yang sedang melamun, teringat kejadian dua puluh tahun yang lalu, di malam yang sama sang ayah telah meninggalkan mereka. Kenangan itu membuat luka lama di hati Gunarto kembali terbuka. Ia memilih tidak membicarakan hal itu dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Maimun kemudian pulang dan membawa kabar bahwa tetangga mereka melihat seorang laki-laki tua yang mirip dengan ayah mereka. Tak lama kemudian, Mintarsih pun pulang dan juga berkata bahwa ia melihat ada seorang lelaki tua di seberang jalan yang sedang melihat kearah rumah saat kemudian, seorang laki-laki tua menghampiri rumah mereka. Ibu langsung mengenali orang tua itu sebagai suaminya yang telah lama pergi meninggalkan mereka. Maimun dan Mintarsih yang tidak mengerti permasalahan yang dulu pernah terjadi, langsung saja menerima orang itu sebagai ayah mereka. Lain halnya dengan Gunarto yang masih memiliki rasa dendam yang mendalam pada ayahnya, ia tidak sudi menerimanya kembali di rumah menyuruh laki-laki tua itu untuk masuk ke dalam rumah dan menyuruh Maimun mengambilkan minuman. Ayah pun melihat Gunarto yang kini sudah dewasa. Lalu ayahnya meceritakan kehidupannya sewaktu di Singapura, dia mempunyai istri, tetapi kemudian tokonya terbakar habis dan sekarang kehidupannya menjadi terlunta-lunta. Gunarto pun marah, sifat angkuhnya yang menurun dari sang ayah pun muncul dan ia mencaci-maki ayahnya. Mengingatkan ayah, ibu dan adik-adiknya tentang kesalahan yang telah diperbuat ayahnya di masa lalu, serta mengingatkan perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga. Sang ayah menyesal dan akhirnya memilih untuk pergi karena tidak ingin mengganggu kedamaian hanya bisa menangis menahan kepedihan dan penderitaan yang dialaminya lagi, ditinggalkan suaminya di saat malam hari raya Idul Fitri. Maimun dan Mintarsih menyesalkan perilaku Gunarto yang tidak mau menerima kembali ayah mereka, karena bagaimanapun juga mereka tetap darah dagingnya. Maimun akhirnya bertekad untuk menentang kakaknya dan pergi untuk memanggil ayahnya kembali pulang. Tetapi Maimun hanya menemukan baju dan peci ayahnya saja di pinggir jembatan. Ternyata sang ayah bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan ke dalam Maimun membawa topi dan baju sang ayah ke rumah. Saat itulah Gunarto terkejut dan sangat menyesali perlakuannya terhadap sang ayah. Gunarto pun pergi berlari untuk mengejar ayahnya ke jembatan,Gunarto mencari ayahnya dan memanggil-manggil nama ayahnya. Usaha Gunarto pun tidak membuahkan hasil, kini yang tersisa hanyalah penyesalan yang mendalam di hati PULANG Karya Usmar Ismail1. RADEN SALEH T I N A Ibu / Isteri Raden GUNARTO Anak laki-laki tertua Raden Saleh dan MAIMUN Adik laki-laki Gunarto / anak kedua Raden Saleh dan MINTARSIH Adik perempuan Gunarto dan Maimun / anak bungsu Raden Saleh dan Tina. PANGGUNG MENGGAMBARKAN SEBUAH RUANGAN DALAM DARI SEBUAH RUMAH YANG SANGAT SEDERHANA DENGAN SEBUAH JENDELA AGAK TUA. DIKIRI KANAN RUANGAN TERDAPAT PINTU. DISEBELAH KIRI RUANGAN TERDAPAT SATU SET KURSI DAN MEJA YANG AGAK TUA, DISEBELAH KANAN TERDAPAT SEBUAH MEJA MAKAN KECIL DENGAN EMPAT BUAH KURSINYA, TAMPAK CANGKIR TEH, KUE-KUE DAN PERALATAN LAINNYA DIATAS MEJA. SUARA ADZAN DI LATAR BELAKANG MENUNJUKKAN SAAT BERBUKA PUASA. SEBELUM LAYAR DIANGKAT SEBAIKNYA TERLEBIH DAHULU SUDAH TERDENGAR SUARA BEDUK BERSAHUT-SAHUTAN DIIRINGI SUARA TAKBIR BEBERAPA KALI SEBAGAI TANDA KALAU ESOK ADALAH HARI RAYA IDUL FITRI. SUARA BEDUG DAN TAKBIR SEBAIKNYA TERUS TERDENGAR DARI MULAI LAYAR DIANGKAT/SANDIWARA DIMULAI SAMPAI AKHIR PERTUNJUKKAN INI. KETIKA SANDIWARA DIMULAI/LAYAR PANGGUNG DIANGKAT, TAMPAK IBU SEDANG DUDUK DIKURSI DEKAT JENDELA. EKSPRESINYA KELIHATAN SEDIH DAN HARU MENDENGAR SUARA BEDUK DAN TAKBIRAN YANG BERSAHUT-SAHUTAN ITU. KEMUDIAN MASUK KEPANGGUNG GUNARTO. GUNARTO Memandang Ibu Lalu Bicara Dengan Suara SesalIbu masih berfikir lagi...I B U Bicara Tanpa Melihat GunartoMalam Hari Raya Narto. Dengarlah suara bedug itu bersahut-sahutan. Gunarto Lalu Bergerak Mendekati Pintu Pada malam hari raya seperti inilah Ayahmu pergi dengan tidak meninggalkan sepatah katapun. GUNARTO Agak KesalAyah...... I B UKeesokan harinya Hari Raya, selesai shollat ku ampuni dosanya... GUNARTOKenapa masih Ibu ingat lagi masa yang lampau itu? Mengingat orang yang sudah tidak ingat lagi kepada kita? I B U Memandang GunartoAku merasa bahwa ia masih ingat kepada kita. GUNARTO Bergerak Ke Meja MakanMintarsih kemana, Bu? I B UMintarsih keluar tadi mengantarkan jahitan, Narto. GUNARTO HeranMintarsih masih juga mengambil upah jahitan, Bu? Bukankah seharusnya ia tidak usah lagi membanting tulang sekarang? I B UBiarlah Narto. Karena kalau ia sudah kawin nanti, kepandaiannya itu tidak sia-sia nanti. GUNARTO Bergerak Mendekati Ibu,Lalu Bicara Dengan LembutSebenarnya Ibu mau mengatakan kalau penghasilanku tidak cukup untuk membiayai makan kita sekeluarga kan, Bu? Diam Sejenak. Pause Bagaimana dengan lamaran itu, Bu? I B UMintarsih nampaknya belum mau bersuami, Narto..Tapi dari fihak orang tua anak lelaki itu terus mendesak Ibu saja.. GUNARTOApa salahnya, Bu? Mereka uangnya banyak! I B UAh... uang, Narto?? GUNARTO Sadar Karena Tadi Berbicara SalahMaaf Bu... bukan maksud aku mau menjual adik sendiri.. Lalu Bicara Dengan Dirinya Sendiri Ah... aku jadi mata duitan.... yah mungkin karena hidup yang penuh penderitaan ini... I B U MenerawangAyahmu seorang hartawan yang mempunyai tanah dan kekayaan yang sangat banyak, mewah diwaktu kami kawin dulu. Tetapi kemudian... seperti pokok yang ditiup angin kencang...buahnya gugur..karena...... Suasana Sejenak Hening, Penuh Tekanan Bathin, Suara Ibu Lemah Tertekan Uang Narto! Tidak Narto, tidak...aku tidak mau terkena dua kali, aku tidak mau adikmu bersuamikan seorang Hartawan, tidak...cukuplah aku saja sendiri. biarlah ia hidup sederhana Mintarsih mestilah bersuamikan orang yang berbudi tinggi, mesti, mesti... GUNARTO Coba Menghibur IbuTapi kalau bisa kedua-duanya sekaligus,Bu? Ada harta ada budi. I B UDimanalah dicari,Narto? Adik kau Mintarsih hanyalah seorang gadis biasa. Apalagi sekarang ini keadaan kita susah? Kita tidak punya uang dirumah? Sebentar hari lagi uang simpananku yang terakhirpun akan habis pula. GUNARTO Diam Berfikir, Kemudian KesalSemua ini adalah karena ulah Ayah! Hingga Mintarsih harus menderita pula! Sejak kecil Mintarsih sudah merasakan pahit getirnya kehidupan. Tapi kita harus mengatasi kesulitan ini,Bu! Harus! Ini kewajibanku sebagai abangnya, aku harus lebih keras lagi berusaha! Hening Sejenak Pause. Lalu Bicara Kepada Dirinya Sendiri Kalau saja aku punya uang sejuta saja.... I B UBuat perkawinan Mintarsih, lima ratus ribu rupiah saja sudah cukup,Narto.Ibu Coba TersenyumSesudah Mintarsih nanti, datanglah giliranmu Narto... GUNARTO KagetAku kawin,Bu?? Belum bisa aku memikirkan kesenangan untuk diriku sendiri sekarang ini, Bu. Sebelum saudara-saudaraku senang dan Ibu ikut mengecap kebahagiaan atas jerih payahku nanti BEDUG DAN TAKBIR TERDENGAR LEBIH KERAS SEDIKIT. I B UAku sudah merasa bahagia kalau kau bahagia, Narto. Karena nasibku bersuami tidak baik benar.Kembali Fikirannya MenerawangDan kata orang bahagia itu akan turun kepada anaknya. Pause Lalu Terdengar Suara Bedug Takbir Lebih Keras Lagi. Ibu Mulai Bicara Lagi Malam hari raya sewaktu ia pergi itu, tak tahu aku apa yang mesti aku kerjakan? Tetapi ....KEMBALI SEDIH DAN HARU GUNARTO Tampak Kesal Lalu Mengalihkan PembicaraanMaimun lambat benar pulang hari ini, Bu? I B UBarangkali banyak yang harus dikerjakannya? Karena katanya mungkin bulan depan dia naik gaji. GUNARTOBetul bu itu? Maimun memang pintar, otaknya encer. Tapi karena kita tak punya uang kita tak bisa membiayai sekolahnya lebih lanjut lagi. Tapi kalau ia mau bekerja keras, tentu ia akan menjadi orang yang berharga di masyarakat! I B U Agak MengodaNarto...siapa gadis yang sering ku lihat bersepeda bersamamu? GUNARTO Kaget. GugupAh...dia itu cuma teman sekerja, Bu. I B UTapi Ibu rasa pantas sekali dia buat kau, Narto. Meskipun Ibu rasa dia bukanlah orang yang rendah seperti kita derajatnya. Tapi kalau kau suka .... GUNARTO Memotong Bicara IbuAh... buat apa memikirkan kawin sekarang, Bu? Mungkin kalau sepuluh tahun lagi nanti kalau sudah beres. I B UTapi kalau Mintarsih nanti sudah kawin, kau mesti juga Narto? Kau kan lebih tua.Diam Sebentar Lalu TerkenangWaktu Ayahmu pergi pada malam hari raya itu... ku peluk kalian anak-anakku semuanya.. hilang akalku.... GUNARTOSudahlah Bu. Buat apa mengulang kaji lama? MASUK MAIMUN. DIA TAMPAK KELIHATAN SENANG. MAIMUN Setelah Meletakkan Tas Kerjanya Lalu BicaraLama menunggu, Bu? Bang? GUNARTOAh tidak... I B UAgak lambat hari ini, Mun? Dimana kau berbuka puasa tadi? MAIMUNKerja lembur, Bu. Tadi aku berbuka puasa bersama teman dikantor. Tapi biarlah, buat perkawinan Mintarsih nanti. Eh, mana dia Bu? I B UMengantarkan jahitan.. MAIMUN Menghampiri Gunarto Lalu Duduk DisebelahnyaBang, ada kabar aneh, nih! Tadi pagi aku berjumpa dengan seorang tua yang serupa benar dengan Ayah? GUNARTO Tampak Tak Terlalu MendengarkanOh, begitu? MAIMUNWaktu Pak Tirto berbelanja disentral, tiba-tiba ia berhadapan dengan seorang tua kira-kira berumur enam puluh tahun. Ia kaget juga?! Karena orang tua itu seperti yang pernah dikenalnya? Katanya orang tua itu serupa benar dengan Raden Saleh. Tapi kemudian orang itu menyingkirkan diri lalu menghilang dikerumunan orang banyak! GUNARTOAh, tidak mungkin dia ada disini.... I B U Setelah Diam SebentarAku kira juga dia sudah meninggal dunia atau keluar negeri. Sudah dua puluh tahun semenjak dia pergi pada malam hari raya seperti ini. MAIMUNAda orang mengatakan dia ada Singapur, Bu? I B UTapi itu sudah sepuluh tahun yang lalu. Waktu itu kata orang dia mempunyai toko yang sangat besar disana. Dan kata orang juga yang pernah melihat, hidupnya sangat mewah. GUNARTO KesalYa! Tapi anaknya makan lumpur! I B U Seperti Tidak Mendengar GunartoTapi kemudian tak ada lagi sama sekali kabar apapun tentang Ayahmu. Apalagi sesudah perang sekarang ini, dimana kita dapat bertanya? MAIMUNBagaimana rupa Ayah yang sebenarnya, Bu? I B UWaktu ia masih muda, ia tak suka belajar. Tidak seperti kau. Ia lebih suka berfoya-foya. Ayahmu pada masa itu sangat disegani orang. Ia suka meminjamkan uang kesana kemari. Dan itulah.... GUNARTO Kesal Lalu Mengalihkan PembicaraanSelama hari raya ini berapa hari kau libur, Mun? MAIMUNDua hari, Bang. I B UOh ya! Hampir lupa masih ada makanan yang belum Ibu taruh dimeja. IBU LALU MASUK KEDALAM GUNARTO Setelah Diam SebentarPak Tirto bertemu dengan orang tua itu kapan, Mun? MAIMUNKemarin sore, Bang. Kira-kira jam setengah tujuh. GUNARTOBagaimana pakaiannya? MAIMUNTak begitu bagus lagi katanya. Pakaiannya sudah compang-camping dan kopiahnya sudah hampir putih. GUNARTO Acuh SajaOh begitu? MAIMUNKau masih ingat rupa Ayah, Bang? GUNARTO CepatTidak ingat lagi aku. MAIMUNSemestinya abang ingat, karena umur abang waktu itu sudah delapan tahun. Sedangkan aku saja masih ingat, walaupun samar-samar. MAIMUN Agak KesalTidak ingat lagi aku. Sudah lama aku paksa diriku untuk melupakannya. MAIMUN Terus BicaraPak Tirto banyak cari tanya tentang Ayah. IBU KELUAR KEMBALI MEMBAWA MAKANAN LALU BERGABUNG LAGI DENGAN MEREKA. I B UYa, kata orang Ayahmu seorang yang baik hati. MENERAWANG Jika ia berada disini sekarang dirumah ini, besok hari raya, tentu ia bisa bersenang-senang dengan anak-anaknya... GUNARTO Mengalihkan PembicaraanEh, Mintarsih seharusnya sudah pulang sekarang.. jam berapa sekarang ini? MAIMUNBang Narto. Ada kabar aneh lagi nih! Tadi pagi aku berkenalan dengan orang India. Dia mengajarkan aku bahasa Urdu, dan aku memberikan pelajaran bahasa Indonesia kepada dia! GUNARTOBaguslah itu. Kau memang harus mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya. Supaya nanti kau dapat banggakan kalau kau bisa jadi orang yang sangat berguna bagi masyarakat! Jangan seperti aku ini, hanya lulusan sekolah rendah. Aku tidak pernah merasakan atau bisa lebih tinggi lagi, karena aku tidak punya Ayah. Tidak ada orang yang mau membantu aku. Tapi kau Maimun, yang sekolah cukup tinggi, bekerjalah sekuat tenagamu! Aku percaya kau pasti bisa memenuhi tuntutan zaman sekarang ini! MASUK MINTARSIH SEORANG ANAK GADIS YANG TAMPAK RIANG. IA MEMBAWA SESUATU YANG TAMPAKNYA UNTUK KEPERLUAN HARI RAYA BESOK. MINTARSIHAh.... sudah berbuka puasa semuanya? I B UTadi kami menunggu kau, tapi lama benar?Mintarsih Bergerak Mendekati Jendela Lalu Melongokkan Kepalanya Melihat KeluarMakanlah. Apa yang kau lihat diluar? MINTARSIHWaktu saya lewat disitu tadi...Menoleh Melihat Gunarto Yang Tampak Acuh SajaBang Narto... dengarlah dulu.. GUNARTO TenangYa, aku dengar. MINTARSIHAda orang tua diujung jalan ini. Dari jembatan sana melihat-lihat kearah rumah kita. Nampaknya seperti seorang pengemis. Semua DiaM Yah... kenapa semua jadi diam? GUNARTO TERTUNDUK MEMBISU MAIMUN Dengan CepatOrang tua?? bagaimana rupanya? MINTARSIHHari agak gelap. Jadi tidak begitu jelas kelihatannya... tapi orangnya.... TINGGI ATAU PENDEK TERGANTUNG PEMERAN. SUARA BEDUG AGAK KERAS TERDENGAR. MAIMUN Bangkit Dari Duduknya Lalu Melihat Ke JendelaCoba ku lihat! KEMUDIAN MAIMUN KELUAR TAK LAMA MASUK KEMBALI, LALU MELONGOKKAN KEPALANYA KE JENDELA LAGI GUNARTO Menoleh Sedikit Kepada MaimunSiapa Mun? MAIMUNTak ada orang kelihatannya?! DUDUK KEMBALI I B U tampak sedihMalam hari raya seperti ini ia berlalu dulu itu... Terkenang Mungkin .... GUNARTO agak kesalAh Bu, lupakan sajalah apa yang sudah berlalu itu. SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN TERDENGAR AGAK JELAS KETIKA SUASANA HENING, SAMBIL MENUNGGU DIALOG. I B UWaktu kami masih sama-sama muda, kami sangat berkasih-kasihan. Sejelek-jelek Ayahmu, banyak juga kenangan-kenangan di masa itu yang tak dapat Ibu lupakan. Nak, mungkin ia kembali juga? SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN MAKIN SAYUP-SAYUP LALU TERDENGAR SUARA ORANG MEMBERI SALAM DARI PINTU LUAR. R. SALEHAssalamualaikum, assalamualaikum... apa disini rumahnya Nyonya Saleh? I B UAstagfirullah! Seperti suara Ayahmu, nak? Ayahmu pulang, nak! IBU BERGERAK MENDEKATI PINTU RUMAH LALU MEMBUKA PINTU LEBIH LEBAR. DAN NAMPAK RADEN SALEH BERDIRI DIHADAPANNYA. SUASANA JADI HENING TIBA-TIBA. HANYA TERDENGAR SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN YANG SAYUP-SAYUP NAMUN JELAS TERDENGAR. R. SALEH setelah lama berpandanganTina? Engkau Tina?? I B U agak gugupSaleh? Engkau Saleh?? Engkau banyak berubah, Saleh. R. SALEH tersenyum maluYa. Ya aku berubah, Tina. Dua puluh tahun perceraian merubah wajahku.KEMUDIAN MEMANDANGI ANAK-ANAKNYA SATU PERSATUDan ini tentunya anak-anak kita semua? I B UYa, memang ini adalah anak-anakmu semua. Sudah lebih besar dari Ayahnya. Mari duduk, dan pandangilah mereka... R. SALEH raguApa? Aku boleh duduk, Tina? MINTARSIH MENARIK KURSI UNTUK MEMPERSILAHKAN RADEN SALEH DUDUK. I B UTentu saja boleh. Mari....Menuntun raden saleh sampai ke kursiAyahmu pulang, Nak. MAIMUN gembira lalu berlutut dihadapan raden salehAyah, aku Maimun. R. SALEHMaimun? Engkau sudah besar sekarang, Nak. Waktu aku pergi dulu, engkau masih kecil sekali. Kakimu masih lemah, belum dapat berdiri.Diam sebentar lalu melihat mintarsihDan Nona ini, siapa? MINTARSIHSaya Mintarsih, Ayah. LALU MENCIUM TANGAN AYAHNYA R. SALEHYa, ya... Mintarsih. Aku dengardari jauh bahwa aku mendapat seorang anak lagi. Seorang putri.Memandang wajah mintarsihEngkau cantik, Mintarsih. Seperti Ibumu dimasa muda.Ibu tersipu maluAku senang sekali. Tak tahu apa yang harus ku lakukan? I B UAku sendiri tidak tahu dimana aku harus memulai berbicara? Anak-anak semuanya sudah besar seperti ini. Aku kira inilah bahagia yang paling besar. R. SALEH tersenyum pahitYa, rupanya anak-anak dapat juga besar walaupun tidak dengan Ayahnya. I B UMereka semua sudah jadi orang pandai sekarang. Gunarto bekerja diperusahaan tenun. Dan Maimun tak pernah tinggal kelas selama bersekolah. Tiap kali keluar sebagai yang pertama dalam ujian. Sekarang mereka sudah mempunyai penghasilan masing-masing. Dan Mintarsih dia ini membantu aku menjahit. MINTARSIH maluAh, Ibu. R. SALEH sambil batuk-batukSepuluh tahun aku menjadi seorang saudagar besar disingapur. Aku menjadi kepala perusahaan dengan pegawai berpuluh-puluh orang. Tapi malang bagiku, toko itu habis terbakar. Lalu seolah-olah seperti masih belum puas menyeret aku kelembah kehancuran, saham-saham yang ku beli merosot semua nilainya sehabis perang ini. Sesudah itu semua segala yang kukerjakan tak ada lagi yang sempurna. Sementara aku sudah mulai tua. lalu tempat tinggalku, keluargaku, anak isteriku tergambar kembali didepan mata dan jiwaku. Kalian seperti mengharapkan kasihku. Batuk-batuk. Lalu memandang gunarto Maukah engkau memberikan air segelas buat ku Gunarto? Hanya engkau yang tidak.... I B U gelisah serba salahNarto, Ayahmu yang berbicara itu. Mestinya engkau gembira, nak. Sudah semestinya Ayah berjumpa kembali dengan anak-anaknya yang sudah sekian lama tidak bertemu. R. SALEHKalau Narto tak mau, engkaulah Maimun. Maukah kau memberikan Ayah air segelas? MAIMUNBaik, Ayah. MAIMUN BERGERAK HENDAK MENGAMBILKAN AIR MINUM, TAPI NIATNYA TERHENTI OLEH TEGURAN KERAS GUNARTO. GUNARTOMaimun! Kapan kau mempunyai seorang Ayah! I B UGunarto!SEDIH, GELISAH DAN MULAI MENANGIS GUNARTO bicara perlahan tapi pahitKami tidak mempunyai Ayah, Bu. Kapan kami mempunyai seorang Ayah? I B U agak keras tapi tertahanGunarto! Apa katamu itu! GUNARTOKami tidak mempunyai seorang Ayah kataku. Kalau kami mempunyai Ayah, lalu apa perlunya kami membanting tulang selama ini? Jadi budak orang! Waktu aku berumur delapan tahun, aku dan Ibu hampir saja terjun kedalam laut, untung Ibu cepat sadar. Dan jika kami mempunyai Ayah, lalu apa perlunya aku menjadi anak suruhan waktu aku berumur sepuluh tahun? Kami tidak mempunyai seorang Ayah. Kami besar dalam keadaan sengsara. Rasa gembira didalam hati sedikitpun tidak ada. Dan kau Maimun,. Lupakah engkau waktu menangis disekolah rendah dulu? Karena kau tidak bisa membeli kelereng seperti kawan-kawanmu yang lain. Dan kau pergi kesekolah dengan pakaian yang sudah robek dan tambalan sana-sini? Itu semua terjadi karena kita tidak mempunyai seorang Ayah! Kalau kita punya seorang Ayah, lalu kenapa hidup kita melarat selama ini! IBU DAN MINTARSIH MULAI MENANGIS DAN MAIMUN MERASA SEDIH. MAIMUNTapi bang, Narto. Ibu saja sudah memaafkannya. Kenapa kita tidak? GUNARTO sikapnya dingin, namun kerasIbu seorang perempuan. Waktu aku kecil dulu, aku pernah menangis dipangkuan Ibu karena lapar, dingin dan penyakitan, dan Ibu selalu bilang “Ini semua adalah kesalahan Ayahmu, Ayahmu yang harus disalahkan.” Lalu kemudian aku jadi budak suruhan orang! Dan Ibu jadi babu mencuci pakaian kotor orang lain! Tapi aku berusaha bekerja sekuat tenagaku! Aku buktikan kalau aku dapat memberi makan keluargaku! Aku berteriak kepada dunia, aku tidak butuh pertolongan orang lain! Yah.. orang yang meninggalkan anak dan isterinya dalam keadaan sengsara. Tapi aku sanggup menjadi orang yang berharga, meskipun aku tidak mengenal kasih sayang seorarng ayah! Waktu aku berumur delapan belas tahun, tak lain yang selalu terbayang dan terlihat diruang mataku hanya gambaran Ayahku yang telah sesat! Ia melarikan diri dengan seorang perempuan asing yang lalu menyeretnya kedalam lembah kedurjanaan! Lupa ia kepada anak dan isterinya! Juga lupa ia kepada kewajibannya karena nafsunya telah membawanya kepintu neraka! Hutangnya yang ditinggalkan kepada kita bertimbun-timbun! Sampai-sampai buku tabunganku yang disimpan oleh Ibu ikut hilang juga bersama Ayah yang minggat itu! Yah, masa kecil kita sungguh-sungguh sangat tersiksa. Maka jika memang kita mempunyai Ayah, maka Ayah itulah musuhku yang sebesar-besarnya!! I B UGunarto! MINTARSIH DAN IBU MENANGIS MAIMUNBang! MINTARSIHBang! KALAU MUNGKIN DIALOG MEREKA BERTIGA TADI DIUCAPKAN BERBARENGAN MAIMUN dengan suara agak sedihTapi, Bang. Lihat Ayah sudah seperti ini sekarang. Ia sudah tua bang Narto. GUNARTOMaimun, sering benar kau ucapkan kalimat “Ayah” kepada orang yang tidak berarti ini? Cuma karena ada seorang tua yang masuk kerumah ini dan ia mengatakan kalau ia Ayah kita, lalu kau sebut pula ia Ayah kita? Padahal dia tidak kita kenal. Sama sekali tidak Maimun. Coba kau perhatikan apakah kau benar-benar bisa merasakan kalau kau sedang berhadapan dengan Ayah mu? MAIMUNBang Narto, kita adalah darah dagingnya. Bagaimanapun buruknya kelakuan dia kita tetap anaknya yang harus merawatnya. GUNARTOJadi maksudmu ini adalah kewajiban kita? Sesudah ia melepaskan hawa nafsunya dimana-mana, lalu sekarang ia kembali lagi kesini karena sudah tua dan kita harus memeliharanya? Huh, enak betul! I B U bingung, serba-salahGunarto, sampai hati benar kau berkata begitu terhadap Ayahmu. Ayah kandungmu. GUNARTO cepatAyah kandung? Memang Gunarto yang dulu pernah punya Ayah, tapi dia sudah meninggal dunia dua puluh tahun yang lalu. Dan Gunarto yang sekarang adalah Gunarto yang dibentuk oleh Gunarto sendiri! aku tidak pernah berhutang budi kepada siapapun diatas dunia ini. Aku merdeka, semerdeka merdekanya, Bu! SUARA BEDUG DAN TAKBIR BERSAHUT-SAHUTAN DIIRINGI SUARA TANGIS IBU DAN MINTARSIH. R. SALEH diantara batuknyaAku memang berdosa dulu itu. Aku mengaku. Dan itulah sebabnya aku kembali pada hari ini. Pada hari tuaku untuk memperbaiki kesalahan dan dosaku. Tapi ternyata sekarang.... yah, benar katamu Narto. Aku seorang tua dan aku tidak bermaksud untuk mendorong-dorongkan diri agar diterima dimana tempat yang aku tidak dikehendaki. Berfikir,sementara maimun tertunduk diam dan mintarsih menangis dipelukan ibunya Baiklah aku akan pergi. Tapi tahukah kau Narto, bagaimana sedih rasa hatiku. Aku yang pernah dihormati, orang kaya yang memiliki uang berjuta-juta banyaknya, sekarang diusir sebagai pengemis oleh seorang anak kandungnya sendiri.... tapi biarlah sedalam apapun aku terjerumus kedalam kesengsaraan, aku tidak akan mengganggu kalian lagi.BERDIRI HENDAK PERGI, TETAP BATUK-BATUK MAIMUN menahanTunggu dulu, Ayah! Jika Bang Narto tidak mau menerima Ayah, akulah yang menerima Ayah. Aku tidak perduli apa yang terjadi! GUNARTOMaimun! Apa pernah kau menerima pertolongan dari orang tua seperti ini? Aku pernah menerima tamparan dan tendangan juga pukulan dari dia dulu! Tapi sebiji djarahpun, tak pernah aku menerima apa-apa dari dia! MAIMUNJangan begitu keras, Bang Narto. GUNARTO marah, dengan cepatJangan kau membela dia! Ingat, siapa yang membesarkan kau! Kau lupa! Akulah yang membiayaimu selama ini dari penghasilanku sebagai kuli dan kacung suruhan! Ayahmu yang sebenar-benarnya adalah aku! MINTARSIHEngkau menyakiti hati Ibu, Bang.SAMBIL TERSEDU-SEDU GUNARTOKau ikut pula membela-bela dia! Sedangkan untuk kau, aku juga yang bertindak menjadi Ayahmu selama ini! Baiklah, peliharalah orang itu jika memang kalian cinta kepadanya! Mungkin kau tidak merasakan dulu pahit getirnya hidup karena kita tidak punya seorang Ayah. Tapi sudahlah, demi kebahagiaan saudara-saudaraku, jangan sampai menderita seperti aku ini. IBU DAN MINTARSIH TERUS MENANGIS. SEMENTARA MAIMUN DIAM KAKU. SUARA BEDUG DAN TAKBIR TERUS BERSAHUT-SAHUTAN. LALU TERDENGAR SUARA GEMURUH PETIR DAN HUJANPUN TURUN. R. SALEHAku mengerti... bagiku tidak ada jalan untuk kembali. Jika aku kembali aku hanya mengganggu kedamaian dan kebahagiaan anakku saja. Biarlah aku pergi. Inilah jalan yang terbaik. Tidak ada jalan untuk kembali. RADEN SALEH BERGERAK PERLAHAN SAMBIL BATUK-BATUK, SEMENTARA MAIMUN MENGIKUTI DARI BELAKANG. MAIMUNAyah, apa Ayah punya uang? Ayah sudah makan? MINTARSIH dengan air mata tangisanKemana Ayah akan pergi sekarang? R. SALEHTepi jalan atau dalam sungai. Aku cuma seorang pengemis sekarang. Seharusnya memang aku malu untuk masuk kedalam rumah ini yang kutinggalkan dulu. Aku sudah tua lemah dan sadar, langkahku terayun kembali. Yah, sudah tiga hari aku berdiri didepan sana, tapi aku malu tak sanggup sebenarnya untuk masuk kesini. Aku sudah tua, dan .... RADEN SALEH MEMANDANGI ANAK-ANAKNYA SATU PERSATU LALU KELUAR DENGAN PERLAHAN SAMBIL BATUK-BATUK. BERJALAN LEMAH DIIRINGI SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN YANG SAYUP-SAYUP MASIH TERDENGAR, SEMENTARA HUJAN MULAI TURUN DENGAN DERAS. I B U sambil menangisMalam hari raya dia pergi dan datang untuk pergi kembali. Seperti gelombang yang dimainkan oleh angin topan. Demikianlah nasib Ibu, Nak. MINTARSIH sambil menangis menghampiri gunarto, lalu bergerak kedekat jendelaBang.... bagaimanakah Abang? Tidak dapatkah Abang memaafkan Ayah? Besok hari raya, sudah semestinya kita saling memaafkan. Abang tidak kasihan? Kemana dia akan pergi setua itu? HUJAN SEMAKIN DERAS. MAIMUN kesalTidak ada rasa belas kasihan. Tidak ada rasa tanggung jawab terhadap adik-adiknya yang tidak berAyah lagi. MINTARSIHDalam hujan lebat seperti ini, Abang suruh dia pergi. Dia Ayah kita Bang. Ayah kita sendiri! GUNARTO memandang adiknyaJanganlah kalian lihat aku sebagai terdakwa. Mengapa kalian menyalahkan aku saja? Aku sudah hilangkan semua rasa itu! Sekarang kalian harus pilih, dia atau aku!! MAIMUN tiba-tiba bangkit marahnyaTidak! Aku akan panggil kembali Ayahku pulang! Aku tidak perduli apa yang Abang mau lakukan? Kalau perlu bunuh saja aku kalau Abang mau! Aku akan panggil Ayahku! Ayahku pulang! Ayahku mesti pulang! MAIMUN LARI KELUAR RUMAH. SEMENTARA HUJAN MAKIN LEBAT DIIRINGI SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN SAYUP-SAYUP TERDENGAR. GUNARTOMaimun kembali! GUNARTO CEPAT HENDAK MENYUSUL MAIMUN TAPI TIDAK JADI LALU PERLAHAN-LAHAN DUDUK KEMBALI. IBU DAN MINTARSIH MENANGIS. SUASANA HENING SEJENAK HANYA TERDENGAR SUARA BEDUG DAN TAKBIRAN SERTA GEMURUH HUJAN. TAK BERAPA LAMA TAMPAK MAIMUN MASUK KEMBALI. NAMUN IA HANYA MEMBAWA PAKAIAN DAN KOPIAH AYAHNYA SAJA. MAIMUN KELIHATAN MENANGIS. MINTARSIHMana Ayah, Bang? I B UMana Ayahmu? MAIMUNTidak aku lihat. Hanya kopiah dan bajunya saja yang kudapati.... GUNARTOMaimun, dimana kau dapatkan baju dan kopiah itu? MAIMUNDibawah lampu dekat jembatan... GUNARTOLalu Ayah? Bagaimana dengan Ayah? Dimana Ayah? MAIMUNAku tidak tahu.... GUNARTO kaget. SadarJadi, jadi Ayah meloncat kedalam sungai!! I B U menjeritGunarto....!!! GUNARTO berbicara sendiri sambil memeggang pakaian dan kopiah ayahnya. Tampak menyesalDia tak tahan menerima penghinaan dariku. Dia yang biasa dihormati orang, dan dia yang angkuh, yah, angkuh seperti diriku juga.... Ayahku. Aku telah membunuh Ayahku. Ayahku sendiri. Ayahku pulang, Ayahku pulang...... GUNARTO BERTERIAK MEMANGGIL-MANGGIL AYAHNYA LALU LARI KELUAR RUMAH DAN TERUS BERTERIAK-TERIAK SEPERTI ORANG GILA. IBU MINTARSIH DAN MAIMUN BERBARENGAN BERTERIAK MEMANGGIL GUNARTO “GUNARTO....!!” SUARA BEDUG BERSAHUT-SAHUTAN DIIRINGI TAKBIR. SEMENTARA HUJAN MASIH SAJA TURUN DENGAN DERASNYA. LAMPU PANGGUNG PERLAHAN-LAHAN MATI LALU LAYAR TURUN. *****S E L E S A I*****
0% found this document useful 0 votes21 views32 pagesOriginal TitleAku vs AyahkuCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes21 views32 pagesAku Vs AyahkuOriginal TitleAku vs AyahkuJump to Page You are on page 1of 32 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 19 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 24 to 29 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Admin Sales Support PT Cipta Teknik Utama - PT. Cipta Teknik Utama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Kontraktor IT dan Mechanical & Electrical. PT. Cipta Teknik Utama sebagai Sole Dis... Afgan – Kumohon - Setiap hariku mohon agar Kau senantiasa Memberiku ketenangan dalam hati kekuatan Menempuhi segala dugaan yang mencoba ini Pasti punya artinya Kau beriku ha... Yo'i Abenaki Maine USA, Canada Kolipaio Achi Baja Verapaz Guatemala[come in] Cat oc lok paja Adyghe Middle East ... Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Belajar Bahasa Korea Belajar Bahasa Korea Cheonggyecheon, tempat hang-out yang asyik di Seoul Belajar bahasa Korea atau bah... Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada um... Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Nih Ling Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D Nih Link Buat download nya. . D Semoga Bermanfaat D
Ilustrasi seoarang ayah bersama anaknya. Foto masyarakat Indonesia, tentu kita dapat merasakan kehadiran karya sastra yang lahir dari imajinasi pengarang. Biasanya, pengarang menuangkan masalah kehidupan bermasyarakat maupun gejala sosial dalam karya-karyanya. Latar belakang karya sastra digambarkan dari keadaan dan kehidupan sosial masyarakat, suatu kejadian, pikiran dan pandangan, serta nilai-nilai yang terdapat pada penggambaran tokoh cerita. Sastra Indonesia tumbuh dan berkembang dari budaya Indonesia yang sangat beraneka ragam suku dan budayanya. Hal ini melatarbelakangi banyaknya jenis, macam, dan ragam sastra di Indonesia, salah satunya, yaitu drama. Tentu kita sudah tidak asing lagi bahwa drama merupakan karya sastra fiksi yang menceritakan sebuah kehidupan manusia. Dengan adanya drama, baik ketika membaca naskah maupun menonton pementasan teaternya, orang-orang di zaman sekarang dapat mengetahui dan merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di masa masa sekarang ini drama juga sering kita jumpai pada sebuah pementasan teater, di mana orang-orang banyak sekali yang memanfaatkan hal tersebut sebagai sebuah rekreasi atau hiburan. Dari sekian banyak bentuk drama di Indonesia, terdapat salah satu aliran drama yang dikenal dengan aliran realisme. Aliran drama realisme berkembang di era 1850, aliran ini hadir sebagai bentuk perkembangan drama dan teater modern dalam aliran kesenian. Aliran ini muncul dan berkembang karena adanya ketidakpuasan terhadap konsep drama yang selalu berpacu pada genre romantik. Para penulis berusaha menggambarkan realitas kehidupan yang nyata tentang bagaimana cerita itu dapat terjadi di kehidupan sehari-hari. Awal mula gagasan realisme dalam teater adalah adanya sebuah keinginan untuk melahirkan illusion of reality di panggung. Hal tersebut dikarenakan ingin membuat penonton ikut terbawa suasana pertunjukan dan tidak menyadari bahwa mereka sedang menonton sebuah pertunjukan drama. Realisme ingin membawa pikiran manusia yang suka berimajinasi pada suatu peristiwa yang tidak terjadi pada kehidupan nyata dan tidak dialami oleh “Ayahku Pulang” yang di tulis oleh Usmar Ismail merupakan salah satu naskah drama realis yang hadir di Indonesia. Drama ini berkisahkan tentang permasalahan keluarga, di mana seorang ayah yang bernama Raden Saleh tega meninggalkan seorang istri dan anak-anaknya yang masih kecil untuk pergi bekerja di Singapura. Setelah lama bekerja di sana Raden Saleh menjadi seorang yang sukses dan kaya raya, sedangkan sang istri hidup dengan kemiskinan bersama anak-anaknya. Hal itu menyebabkan anak pertamanya yang bernama Gunarto harus menjadi tulang punggung. Dua puluh tahun hidup berlalu, kini Raden Saleh semakin tua dan memilih untuk kembali kepada keluarganya yang telah lama ia tinggalkan. Namun kepulangan Raden Saleh tidak diterima oleh anak pertamanya, Gunarto. Gunarto sangat kekeh tidak mau menerima ayahnya kembali karena Gunarto menganggap bahwa mereka tidak memiliki ayah. Adik-adik Gunarto dan istrinya memaafkan sang ayah terkecuali Gunarto yang sangat benci kepada ayahnya hingga pada akhirnya sang ayah pergi dari rumah dan diduga menghanyutkan diri di sungai yang membuat Gunarto menyesal karena tidak mau memaafkan dan menerima ayahnya kembali. Bentuk cerita dalam drama ini merupakan kehidupan sosial yang berpacu terhadap kehidupan nyata. Drama ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat. Cerita ini dapat dikatakan sebagai realita kehidupan karena cerita ini sering terjadi dalam masyarakat, orang yang rela meninggalkan keluarganya demi harta untuk menjadi kaya raya. Padahal harta terkadang bisa pergi dan habis begitu cepat seperti pada contoh drama yang dihasilkan oleh Usmar Ismail banyak yang menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Seperti pada drama “Ayahku Pulang” ini yang banyak mengandung nilai-nilai sosial yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran karena pada drama ini banyak sekali pesan moral yang terkandung di satu amanat yang disampaikan dalam drama ini yaitu jangan menunggu kehilangan seseorang yang sebenarnya kita sayangi untuk bisa kita maafkan.
See other formats Naskah Drama TERIMAKASIH AYAH Penulis Naskah Nabilah Putri Diandra Pembimbing 'Aam' Hamdani Fajar about .me/hamdanif a i ar Bandung - 1 SYa'ban 1437H / 8 Mei 2016M No. Tokoh Karakter Pemeran 1. April Nabilah Putri Diandra 2 . Ayah Wiji Cantiko 3. Riani Teman April 1 Thamara Berliana 4. Novia Teman April 2 Shinta 5. Fakhira Teman April 3 Novita Cahya Ramadhanita 6 . Pengemis Helmi Rabbani 7. Penjual HP Ridho Maulana 8. Majikan Ayah Rizky Syahir Adegan ke-1 - Tema PAMIT BERANGKAT SEKOLAH - Setting Rumah -Tokoh AYAH, APRIL - Theme Song NOCTURNE - CHOPIN - OP . POSTH IN C MINOR - PIANO COVER BY. BRIGITTE ENGERER NO. Dialog Catatan 1. SOUND BGM PLAY 2 . AYAH , APRIL ; SEDANG SARAPAN BERSAMA 3. APRIL NAMAKU APRIL... // DAN YANG DI HADAPANKU INI ADALAH AYAHKU ..III SETIAP PAGI . / SEBELUM BERANGKAT KE SEKOLAH . . / AKU SELALU SARAPAN PAGI BERSAMA AYAHKU..// NARASI 4 . APRIL AYAH . . ! ! / Halaman 1 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog Catatan 5 . AYAH 6 . APRIL 7 . AYAH 8 . APRIL 9 . AYAH 10 . APRIL AYAH 12 . APRIL 13 . AYAH 14 . APRIL 15 . AYAH YA. . ! ! KOK MAKANANNYA TAHU LAGI TAHU LAGI SIH..!! // BOSEN KAN YAH..!! HA.. HA.. HA.. // APRIL. . ! ! // TAHU ITU / MENGANDUNG PROTEIN NABATI YANG TINGGI..// ITU BAGUS UNTUK PERKEMBANGAN OTAKMU..// BIAR KAMU PINTAR..!! // AH.. AYAH..// TAPI APRIL KAN PENGEN KAYA TEMEN-TEMAN APRIL YANG LAIN YAH..// EMANG TEMAN-TEMAN KAMU MAKAN APA. . ? MAKAN AYAM KRISPI..// MAKAN HAMBURGER..// MAKAN DONAT IMPOR..// POKOKNYA KEREN-KEREN YAH..!!// DAN PASTINYA JUGA ENAK- ENAK-ENAK YAH . . / / LHO.. // JUSTRU MAKANAN SEPERTI ITU SUMBER PENYAKIT SEMUA. . ! ! // COBA KAMU LIHAT ORANG-ORANG YANG MEMAKAN MAKANAN SEPERTI ITU..// ADA YANG SAKIT KOLESTEROL../ SAKIT JANTUNG..// SAKIT KANKER..// SAKIT DIABETES..// OBESITAS..// DAN MASSIH BANYAK LAGI ..III SEMUA PENYAKIT ITU / SUMBERNYA KARENA TIDAK BISA MENGENDALIKAN DIRI DALAM HAL MAKANAN../// ALIAS SELALU MENURUTI HAWA NAFSU..// TAPI APRIL KAN PENGEN KEREN..!! // EMANG KEREN BISA DIMAKAN..?? YAH.. AYAH.. // MAKSUDNYA KALAU KITA MEMAKAN MAKANAN SEPERTI ITU../ KITA TERLIHAT LEBIH KEREN HA.. HA.. HA.. // IYA.. AYAH TAHU MAKSUDNYA. . // TAPI APA GUNANYA MAKAN KEREN..// KAN KELUARNYA SAMA SAJA.. / HE..HE.. HE..// Halaman 2 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog APRIL AH . . AYAH . . . ! ! AYAH YA SUDAH.. // KALAU KAMU BOSEN SAMA TAHU..// BESOK KITA GANTI MENUNYA . . / / APRIL ASYIKK ...II SAMA APA AYAH ..? ? // AYAM KRISPI KAN..?? // AYAH BUKAN . . / / SAMA TEMPE . . ! ! APRIL YAH . . AYAH . . . ! ! APRIL BAGIKU / AYAHKU SANGAT MENYEBALKAN. .11// KARENA PEKERJAAN AYAHKU/ HANYALAH SEORANG KULI ANGKUT BARANG..// SEHINGGA KEHIDUPAN KAMI PAS-PASAN // APRIL AKU PERGI SEKOLAH DULU AYAH . . AYAH IYA. . // AYAH JUGA SEBENTAR LAGI AKAN BERANGKAT KERJA..// APRIL ASSALAMU' ALAIKUM. . AYAH WA' ALAIKUM SALAM WRWB . . Catatan CEMBERUT AYAH DAN APRIL MEMBERESKAN MAKANNYA . . 2 6 . SOUND BGM FADEOUT Adegan ke- 2 - Tema AYAH BEKERJA SEBAGAI KULI ANGKUT - Setting Pelabuhan -Tokoh AYAH, MAJIKAN - Theme Song NOCTURNE - CHOPIN OP. 9 NO. 1 IN B-FLAT MINOR - PIANO COVER BY . BRIGGITE ENGERER SOUND AYAH, MAJIKAN AYAH APRIL AYAH MAJIKAN Dialog Catatan BGM PLAY NAII \ PANGGUNG 6 . AYAH DI SAAT AKU BERSEKOLAH..// AYAHKU BEKERJA SEBAGAI SEORANG KULI ANGKUT BARANG DI PELABUHAN..// ASSALAMU' ALAIKUM PA.. WA ' ALAIKUM SALAM WR WB..// OH PA UJANG SUDAH DATANG..// IYA PA. . // Halaman 3 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” MAJIKAN 8 . AYAH 9 . MAJIKAN 10 . AYAH APRIL 12 . AYAH Dialog HARI INI / BAPA MENGANGKUT BARANG-BARANG INI KE KAPAL ITU YA..!!// INI BARANG-BARANG YANG RINGAN..// UNTUK BARANG YANG RINGAN../ SATU KALI ANGKUT UPAHNYA LIMA RIBU RUPIAH..// BAIK PA. . // Catatan TURUN PANGGUNG BEBERAPA KALI NGANGKUT BARANG DI PUNDAKNYA AKU SUNGGUH MALU DENGAN AYAKU INI..// DIA PERNAH MEMBUATKU MALU WAKTU DI SD..// UNTUK TEMAN-TEMAN SMP-KU TIDAK ADA YANG TAHU KALAU AYAHKU HANYALAH SEOARANG KULI ANGKUT BARANG..// 13 . SOUND TURUN PANGGUNG SETELAH BGM MULAI FADE OUT BGM FADE OUT Adegan ke- 3 - Tema - Setting - Tokoh - Theme Song APRIL DAN TEMAN-TEMAN DI SEKOLAH RUANG KELAS DI SEKOLAH SAAT TIDAK ADA GURU APRIL, RIANI, FAKHIRA, NOVIA EINE KLEINE NATCHMUSIK - MOZART - BY . VIENNE SOUND 2 . RIANI , NOVIA, FAKHIRA, APRIL 3 . RIANI, FAKHIRA, NOVIA 4 . APRIL 5 . APRIL 6 . RIANI Dialog DI SEKOLAH..// SAAT TIDAK ADA GURU . . / / AKU PENASARAN DENGAN OBROLAN TEMANKU . . / / / HARGANYA SIH MAHAL... / PAPAKU YANG MEMBELIKANNYA. ... // Catatan BGM PLAY NAIK PANGGUNG. SUASANA DI SEKOLAH . SEDANG MENGOBROL DUDUK DAN MELIRIK-LIRIK PENASARAN Halaman 4 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” 10. APRIL MEREKA LAGI MEMBICARAKAN APA YAA. .?? // KAYANYA ADA SESUATU DI BANGKU RIANI . . / / AKU LIHAT AH..// ADA APA SIH DIBANGKU RIANI...?// 11. APRIL HEY ! ! ! ADA APA DISANA. . . 12. SEMUA 13. APRIL APA ITU???? // WAH... // BAGUS SEKALI HP NYA.// BERAPA HARGANYA ...??// AKU MAU MINTA AH KE AYAH...// 14. RIANI INI HARGANYA 2,5 JUTA// BENER KAMU MAU BELI..??// 15 . APRIL EH. . . / I . . . / IYA IYA // NANTI PULANG SEKOLAH / AKU MAU MINTA BELIIN SAMA AYAH KU..// 16. APRIL WADUUH . . . // HEBAT YA RIANI / DIA SAJA BELI HP YANG HARGANYA 2 JUTAAN// MASA IYA SIH AKU BELI HP ITU?...// AYAHKU AJA NYEBELIN..// KALAU AKU MINTA BELIIN / PASTI NYE RAMAHI N AKU LAGI! //HUH ! //JADI GIMANA INI.../// 17. RIANI WOY ! / KOK BENGONG SIH??? / JADI GAK? ? ? 18. APRIL EUMMM. . . . //YA IYALAH JADI// YA SUDAH // AKU MAU KE KAMAR MANDI DULU... // DAH...// 19. SEMUA mengangkat kedua BAHUNYA, 20. SEMUA A. . .HA. . .HA. . .HA. . . ! ! ! BGM V0L up BICARA SENDIRI HERAN MENATAP APRIL Halaman 5 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog Catatan APRIL TUH KAN . . SENDIRI . . DISINI . . . //KALIAN LIAT // AKU PALING MISKIN // GAK MUNGKIN AYAHKU BELIIN HP SEHARGA ITU... // SAMBIL JALAN 22 . RIANI 23 . APRIL 24 . FAKHIRA 25 . NOVIA 26 . APRIL 27 . APRIL 28 . FAKHIRA 29 . APRIL 30 . APRIL RIANI MENEPUK BAHU APRIL DARI BELAKANG WAA! ! //RIANI KAMU NGAGETIN AJA !// ADA APA?// EH APRIL // MAU GAK KAMU PULANG BARENG KITA // NAIK MOBIL PRIBADINYA RIANI???// IYA... // MAU NGGAK??? // SAMBIL NGANTERIN KAMU PULANG...// ADUUH . . . // GIMANA NIH??? // RUMAHKU KAN KECIL... // EH... // MAKASIH YA TEMAN TEMAN... // TAPI RUMAHKU DEKET DARI SINI // DAN AKU NANTI MALU SAMA TETANGGA// MASA ANAK PENGUSAHA KAYA, NUMPANG NAIK MOBIL TEMENNYA SIH..// HE HE HE // AYO! // GA USAH MALU MALU DEH..// BARENG AJA NAPA..?// AYO TERIMA TAWARAN INI...// ADUHH . . . / / KENAPA SIH PAKE MAKSAIN AKU SEGALA?...// YA UDAH DEHH/ / AKU TURUN DI DEPAN RUMAH MAJIKAN AYAHKU AJA...// KAN RUMAHNYA MEWAH BANGET...// HAHAHA ! YA SUDAH DEH //IYA IYA... // NAH.../ GITU DONG! // 32 . SOUND BGM FADE OUT Halaman 6 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Adegan ke- 4 Tema AYAH MASIH BEKERJA Setting Pelabuhan Tokoh AYAH, MAJIKAN Theme Song NOCTURNE - CHOPIN OP . 9 NO. 1 IN B-FLAT MINOR - PIANO COVER BY . BRIGGITE ENGERER Dialog 2. AYAH, MAJIKAN APRIL 4 . MAJIKAN 5. AYAH 6 . MAJIKAN NAIK PANGGUNG 7. AYAH 8 . MAJIKAN 9. AYAH 10. MAJIKAN AYAH 12 . MAJIKAN 13. AYAH 14 . MAJIKAN 15. SOUND SESAMPAINYA DI RUMAH../ SEPULANG SEKOLAH // AYAHKU MASIH BEKERJA. . // PA UJANG . . ! ! IYA PAK. . ! ! KELIHATANNYA PA UJANG SUDAH LETIH SEKALI HARI INI..// IYA PA../ SAYA ISTIRAHAT DULU../ TIDAK USAH ..// PA UJANG SUDAH CUKUP SAJA KERJANYA HARI INI..// PA UJANG ISTIRAHAT SAJA DI RUMAH YA. . // BAIK PA. . // HARI INI PA UJANG SUDAH MENGANGKUT BARANG LIMA KALI ANGKUT..// JADI UPAH BAPAK HARI INI ADALAH DUA PULUH LIMA RIBU RUPIAH..// INI UPAH BAPAK...!! ALHAMDULILLAH. . . // IYA TERIMAKASIH PAK...// SAYA PULANG DULU . . ! ! IYA. . // ASSALAMU ' ALAIKUM . . . WA ' ALAIKUM SALAM... MENGHITUNG DAN MEMBERIKAN UANG KEPADA AYAH BGM VOL UP, FADE OUT Adegan ke- 5 APRIL MINTA HP Setting Rumah Tokoh APRIL, AYAH Theme Song NOCTURNE - CHOPIN ENGERER - OP. POSTH IN C MINOR - PIANO COVER BY. BRIGITTE Dialog Catatan SOUND BGM PLAY Halaman 7 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog 2 . APRIL 3 . APRIL 4 . AYAH 5 . APRIL 6 . AYAH 7 . APRIL 8 . AYAH 9 . APRIL 10 . AYAH APRIL 12 . AYAH 13 . APRIL 14 . AYAH Catatan NAIK PANGGUNG. SEDANG GELISAH MENUNGGU AYAHNYA PULANG IIIIIHHHH. . . ! ! MANA SIH AYAH? // KOK BELUM PULANG JUGA..// ASSALAMUALAIKUM. . . NAH ITU DIA. . // WAALAIKUMSALAM . . . / OH AYAH SUDAH PULANG . . / / IYA. . // NIH AYAH BAWAKAN MAKANAN UNTUK MAKAN SIANG / SEKALIGUS UNTUK MAKAN MALAM NANTI..// IYA AYAH..// APRIL TADI SUDAH MAKAN./ SAMA TEMAN-TEMAN AYAH..// OH..// YA SUDAH..// AYAH MAU ISTIRAHAT DULU YA..// TUNGGU AYAH . . ! ! AYAH! /AKU PENGEN BELI HP ! // AYAH! AYO KITA BELI HP YAH ! / AS TAGF I RLLOHAL AZHIEM . . / / ADA APA? /KENAPA KAMU TIBA TIBA MAU HP??? //BIASANYA TIDAK...// TADI RIANA PUNYA HP BARU YAH!.// YANG LAIN PADA KAGUM SAMA RIANA!// AKU JUGA INGIN KAYA GITU! // APRILL...!/ MULIA ATAU HINANYA MANUSIA ITU/ BUKAN TERLETAK PADA PUNYA HP KEREN ATAU TIDAK PUNYA..// DIKAGUMINYA PUNYA HP KEREN ITU TIDAK KEKAL..// HANYA SEMENTARA SAJA..// SEDANGKAN MASIH BANYAK HAL-HAL YANG LEBIH BE HARGA DARI HP / YANG JUSTRU MALAH DILUPAKAN../// KALAU PUNYA HP HANYA KARENA INGIN DIKAGUMI..// ITU SIA-SIA SAJA PRILL. . // MENASEHATI DENGAN LEMAH LEMBUT Halaman 8 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Adegan ke- 6 - Tema AYAH MEMPERLIHATKAN ORANG YANG LEBIH MISKIN - Setting Di jalan -Tokoh AYAH, APRIL - Theme Song THE FORU SEASONS "SPRING" - VIVALDI - BY. ITZHAK PERLMAN Halaman 9 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog APRIL ; ASYIIKK. . . // IKUT AYAH. .!! // PASTI AYAH MAU NGAJAK KE TOKO KAN . . ? ? HP AYAH IYAA. . / / AYAH AKAN MEMBELIKAN KAMU HP..// TAPI MUNGKIN BELINYA TIDAK HARI INI YAH..!! // AYAH INGIN TAU DULU KAMU PENGEN HP YANG MANA. . ! ! APRIL IYA / TIDAK APA-APA AYAH. . ! ! AYAH TAPI ADA SYARATNYA. . ! ! APRIL APA AYAH . . ? ? AYAH KAMU HARUS RAJIN SHOLAT DAN RAJIN BELAJAR. . ! ! / SETUJU. . ?? APRIL SETUJU AYAH. . ! ! / AYO BERANGKAT. .11/ APRIL SUDAH SIAP. ! ! SOUND • • Catatan LANGSUNG BANGUN BGM VOL UP -> FADE OUT Adegan ke-7 - Tema KE TOKO HP - Setting Toko HP -Tokoh APRIL, AYAH, PENJUAL HP - Theme Song THE FORU SEASONS "SPRING" - VIVALDI - BY. ITZHAK PERLMAN Dialog SOUND APRIL KAMI PUN BERJALAN MENUJU TOKO HP PENJUAL HP APRIL AYAH . . /ITU TOKO HP NYA. .!!// APRIL APRIL AYAH . . . // AKU PENGEN YANG INI YAH . . ! ! AYAH YANG INI . . ?? // APRIL IYA AYAH. . AYAH YANG INI BERAPA HARGANYA PAK...?? PENJUAL HP YANG INI HARGANYA DUA JUTA PAK.. AYAH WAH.. / MAHAL BANGET PAK.. // GAK BISA KURANG..???// Catatan BGM CONT. NAIK PANGGUNG DAN MENJAJAKAN HP-NYA MENUNJUK KE TOKO HP MELIHAT-LIHAT HP Halaman 10 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” No. Dialog 12 . PENJUAL HP INI SUDAH HARGA PAS PAK..// 13. AYAH APRIL ANAKKU. . . // 14 . APRIL IYA AYAH. . 15. AYAH LAIN KALI AJA YA BELINYA..// UANG AYAH BELUM CUKUP..// NANTI KALAU UANGNYA SUDAH CUKUP..// INSYA ALLOH AYAH BELIKAN YAH..!! 16. APRIL IYA AYAH. . 17 . APRIL AKHIRNYA KAMI PUN KEMBALI BERJALAN MENUJU KE RUMAH KAMI . . / WALAUPUN DALAM HATI AKU MASIH KESAL DENGAN SIKAP AYAH../ KENAPA SIH AYAH MASIH SAJA BEGITU!// • 00 \ — 1 SOUND • • Catatan CEMBERUT BGM FADE OUT Adegan ke- 8 -Tema ADA PENGEMIS YANG LEBIH MISKIN - Setting Di jalan - Tokoh - Theme Song THE FOUR SEASONS "SPRING" - VIVALDI - BY. ITZHAK PERLMAN Catatan BGM CONT. Dialog SOUND NAIK PANGGUNG. DUDUK MENGEMIS . PEGANG- PEGANG PERUT KARENA LAPAR. PENGEMIS AYAH APRIL AYAH APRIL KASIHAN PAA. . . / / DUA HARI SAYA BELUM MAKAN PAA. . . // ANAKKU . . / / IYA AYAH MENURUT KAMU . . / TEMAN KAMU YANG PADA PUNYA HP TUH MASIH KEPENGEN YANG LAIN NGAK..?? // YA PASTI LAH YAH// MEREKA ADA YANG PENGEN MOTOR. . / ADA YANG PENGEN HP YANG LEBIH CANGGIH LAGI . . / ADA JUGA YANG PENGEN MOBIL. . // DAN MASIH BANYAK LAGI YAH..// Halaman 11 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” 8 . AYAH 9 . APRIL 10 . AYAH PENGEMIS 12 . APRIL 13 . AYAH 14 . APRIL 15 . AYAH 16 . APRIL 17 . AYAH 18 . APRIL 19 . AYAH 20 . APRIL AYAH 22 . APRIL 23 . AYAH 24 . APRIL 25 . AYAH 26 . APRIL Dialog BERARTI..// WALAUPUN SUDAH PUNYA HP../ TAPI MEREKA TETAP SAJA BELUM BAHAGIA KAN . . ? ? IYA AYAH. . // NAH . . / SEKARANG COBA KAMU LIHAT ORANG ITU. . ! ! // KASIHAN PAA. . . // LAPAR PAA. . . // IH.. JOROK..// KOTOR.. !! // BAU LAGI . . ! ! II KIRA-KIRA LEBIH BAIK MANA, KAMU DENGAN DIA..?? // YA LEBIH BAIK AKU LAH YAH ..// KAMU MAU TIDAK JADI MISKIN DAN SENGSARA SEPERTI DIA..?? IHH..// AMIT-AMIT AYAH..// NGAK MAU ..!!// NAH . . / KALAU DIA / KIRA-KIRA MAU NGAK JADI SEPERTI KITA..?? // YA PASTI MAU LAH YAH../ KITA KAN LEBIH BAIK DARI DIA..// NAH . . / OLEH KARENA ITU../ KITA HARUS BERSYUKUR..// KARENA SEBENARNYA MASIH ADA YANG LEBIH RENDAH DIBAWAH KITA..// IYA AYAH. . NAH APRIL. .11/ l MHH . . . MEREKA ITU SEBENARNYA PERSIS SEPERTI KAMU YANG MENGINGINKAN HP . . / / PADAHAL KAMU JUGA TAHU KAN../ YANG PUNYA HP MASIH PENGEN YANG LAIN LAGI..// ARTINYA MEREKA BELUM BISA BAHAGIA..// SESUNGGUHNYA KAMU BISA BAHAGIA / WALAUPUN TANPA HP . . / / AH MASA AYAH . . ? ? Catatan MENUNJUK KE PENGEMIS 27 . AYAH Halaman 12 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog APRIL BAGAIMANA CARANYA AYAH . . ? ? // AYAH KAMU TINGGAL MENSYUKURI YANG TELAH ALLOH BERIKAN KITA. . // SAJA APA KEPADA APRIL AH AYAH ADA ADA SAJA. . AYAH IYA BENER PRIL..// AYAH SERIUS. . // APRIL MASA SIH..?? // TAPI APRIL MASIH PENGEN HP AYAH..!!// TETAP AYAH HADEUH . . . AYAH AYO KITA JALAN LAGI..// semua SOUND Catatan Adegan ke- 9 - Tema - Setting - Tokoh - Theme Song No . APRIL TIDAK MAU SEKOLAH Rumah APRIL, AYAH SICILIENNE , OP. 78 - BY. GABRIEL FAURE Dialog SOUND 2 . APRIL 3 . APRIL 4 . AYAH 5 . APRIL APRIL, /BANGUN NAK. . ! ! // 6 . AYAH 7 . APRIL NGANTUK AH . . . / POKONYA APRIL GAK MAU SEKOLAH / SAMPAI AYAH BELIIN AKU HP !./ TITIK! /// APRILL. . ! ! HEUH . . TEPUK JIDAT TURUN PANGGUNG BGM VOL UP -> FADE OUT Catatan SFX AYAM JANTAN SFX ADZAN SUBUH TIDUR DAN MALES- MALESAN ADZAN SUBUH PUN TELAH BERKUMANDANG . . . / AKUPUN TERBANGUN DARI TIDUR // TAPI HARI INI AKU MALAS SEKALI BERANGKAT SEKOLAH . . / / SEANDAINYA AKU PUNYA HP.. // AKU PASTI SEMANGAT BANGET . . / / LEMBUT PURA PURA MASIH NGANTUK MARAH MEMBENTAK KAGET Halaman 13 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” 8 . AYAH 9 . APRIL 10 . APRIL APRIL 12 . APRIL 13 . SOUND 14 . AYAH 15 . AYAH 16 . APRIL 17 . AYAH 18 . APRIL 19 . AYAH 20 . APRIL 22 . SOUND 23 . AYAH Dialog KAMU BOLEH TIDAK MASUK SEKOLAH..// KARENA KAMU HANYA AKAN CELAKA DI DUNIA SAJA..// TAPI KAMU TIDAK BOLEH MELALAIKAN SHOLAT . . ! ! // KARENA KALAU KAMU MELALAIKAN SHOLAT..!!/ KAMU AKAN CELAKA DUNIA AKHIRAT..!! // AYAH AKAN SANGAT MARAH JIKA KAMU DURHAKA KEPADA ALLOH . . ! ! // EUH . . // BAIK AYAH..// AKU PUN SEGERA BANGUN DAN KE KAMAR MANDI UNTUK MENGAMBIL AIR WUDHU . . ! ! SELESAI SHOLAT / AKU MASIH MALAS BERANGKAT SEKOLAH . . / / MAKA AKU PUN MENYETEL TELEVISI..// NONTON AH . . . Catatan APRIL..!!// KOK BELUM MANDI..??/ APRIL MALES SEKOLAH AYAH..!! ASTAGFIRULLOHAL AZHIEM. . . // MASYA ALLOH INI TV..// PAGI-PAGI ACARANYA SUDAH MERUSAK SEMUA..// COBA SINI REMOTE-NYA. . ! ! NAH.. / YANG INI SAJA../ JANGAN SEMBARANGAN NONTON..// SHOCK DAN SEGERA BANGUN DAN KE KAMAR MANDI DUDUK DI DEPAN MENGAMBIL REMOTE TV BGM STOP SFX GUNTA GANTI CHANEL TV. MELIHAT APRIL MASIH GUNTA GANTI CHANEL TV MENYERAHKAN REMOTE TV KE MENGGUNTA GANTI CHANNEL TV DAN AKHIRNYA KETEMU ACARA CERAMAH SFX CERAMAH 24 . APRIL HANYA DIAM Halaman 14 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” No . 25 . AYAH 26 . APRIL 2 7 . AYAH 28 . APRIL 29 . APRIL 30 . SOUND APRIL 32 . SOUND 33 . APRIL 34 . APRIL 35 . SOUND Dialog AYAH SEKARANG BERANGKAT SUBUH..// PULANGNYA MUNGKIN AGAK MALAM..// DI MEJA ADA MAKANAN../ CUKUP UNTUK SAMPAI MAKAN MALAM . . / / IYA AYAH. . // AYAH PERGI SEKARANG..// ASSALAMU ' ALAIKUM . . WA ' ALAI KUM SALAM . . AYAHKU PUN BERANGKAT..// DAN AKU MELANJUTKAN MENONTON TELEVISI DI RUMAH . . / / HUH! GAK ASI K BANGET SIH. Catatan DUUH . . . /LAPAR LAGI ... / UNTUNG A JA ADA MAKANAN . ... / SFX CERAMAH TV MEMATIKAN TV SFX TV MATI PERUT KERONCONGAN MENGAMBIL MAKANAN BGM VOL UP -> FADE OUT Adegan ke- 10 - Tema AYAH MEMBELIKAN HP - Setting RUMAH -Tokoh AYAH, APRIL - Theme Song NOCTURNE - CHOPIN - OP . POSTH IN C MINOR - PIANO COVER BY. BRIGITTE ENGERER Dialog Catatan Dialog SOUND • • APRIL SEMENJAK HARI ITU..// AYAH SELALU BERANGKAT SUBUH DAN PULANG MALAM..// DUA MINGGU KEMDIAN / AYAH PULANG AGAK SORE..// AYAH ASSALAMU' ALAI KUM. . ! ! APRIL ;WA' ALAI KUM SALAM..// EH AYAH SUDAH PULANG..// AYAH IYA. . // AYAH APRIL. . ! ! / INI UNTUK KAMU. . // APRIL APA INI AYAH. . ??// AYAH KAMU BUKA SAJA. .// MEMBERIKAN BUNGKUSAN HP Halaman 15 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” 9 . APRIL 10 . AYAH APRIL 12 . AYAH 13 . APRIL 14 . AYAH 15. SOUND Dialog HAH ..!!// BENARKAH INI HP YANG APRIL PENGEN???// AYAH GAK SALAH ??? YEE ! ! ! // TERIMAKASIH AYAAHHHHH ! ! ! // AKHIRNYA AKU PUNYA HP JUGAAA! ! // TAPI INGAT..!! // KAU SUDAH BERJANJI AKAN RAJIN SHOLAT DAN RAJIN BELAJAR. . ! ! IYA AYAH..// APRIL AKAN RAJIN SHOLAT DAN RAJIN BELAJAR..!!// NAH.. / GITU DONG..// Catatan MENGANGGUK BGM VOL UP -> FADE OUT Adegan ke- 11 - Tema DI SEKOLAH TETAP TIDAK DIKAGUMI - Setting RUANG KELAS SEKOLAH -Tokoh APRIL, NOVIA, RIANI , FAKHIRA - Theme Song EINE KLEINE NATCHMUSIK - MOZART - BY . VIENNE No. Dialog Catatan B SOUND BGM PLAY 2 . APRIL ESOK HARINYA../ AKU LANGSUNG SEMANGAT BERANGKAT KE SEKOLAH..// KARENA SEKARANG AKU SUDAH MEMPUNYAI HP YANG KEREN..// 3. APRIL DAN TEMAN-TEMAN NAIK PANGGUNG 4 . APRIL HAI TEMAN-TEMAN. . ! ! SAMBIL TERSENYUM 5. TEMAN-TEMAN ; HANYA MELIHAT SAJA KE APRIL 6. APRIL MMMH . . . MENGELUARKAN HP DARI TAS DAN MAIN HP SAMBIL SENYUM-SENYUM. . 7 . FAKHIRA HEYY. . // APRIL PUNYA HP . . ! ! 8. NOVIA HAH . . ! ! 9. RIANI WEHH...// HEBAT..// TERNYATA KAMU BISA MENEPATI PERKATAANMU..// KAMU BELI HP YANG SAMA PERSIS SEPERTI PUNYAKU..!! // 10. APRIL IYA DONG..// EH HEH HEH . . Halaman 16 dari 19 Naskah Drama “Terima kasih Ayah” No. Dialog Catatan 11. NOVIA HEBAAT. . . ! ! 12. APRIL AH . . BIASA AJA KOK..// EH HEH HEH 13. FAKHIRA ; JADI . . . SEKARANG SIAPA DIKELAS KITA YANG PALING GAYA TEMAN- TEMAN . . ? ? ? / / 14. TEMAN-TEMAN ; YA MASIH RIANI LAH..!!// HA.. HA. . HA. . 15. APRIL LHO. . ! ! / KALAU AKU GIMANA TEMAN- TEMAN . . ? ? II 16. NOVIA KAMU MASIH JAUH DIBAWAH RIANI..!! 17. APRIL KOK BISA..?? // 18. FAKHIRA ; APRIL SEKARANG SUDAH PUNYA HP YANG LEBIH BARU..// HARGANYA LIMA JUTA..!! // 19. NOVIA IYA..// COBA KAMU BISA NGAK BELI HP LIMA JUTA..!! // PASTI NGAK BISA KAN..?? //AH HAH HAH HAH . . 2 0 . APRIL HAH . . / / 21. APRIL AKU SANGAT KESAL SEKALI SAAT ITU..// TAPI AKU TERINGAT PERKATAAN AYAH..// TERNYATA AYAH BENAR..// KALAU INGIN DIKAGUMI MANUSIA ITU HANYA AKAN SIA-SIA SAJA..// PADAHAL AKU SUDAH PUNYA HP YANG SEBELUMNYA KU ANGGAP PALING KEREN..// 22. FAKHIRA ; APRIL..!! // AYO JAWAB..!!// BISA NGAK . . ? ? II 23. APRIL EMH . . EMH . . EMH . . // AH BUAT APA HP LIMA JUTA..!! // YANG INI JUGA BELUM HABIS. . ! ! // 24. NOVIA ALAH . . // BILANG AJA TIDAK BISA..!! // AH HAH HAH HAH 25. TEMAN-TEMAN ; AH HAH HAH HAH.. MENTERTAWAKAN APRIL 2 6. APRIL IHHH . . . ! ! ke SEL 27. APRIL AKU BISA BELI HP SEPERTI ITU..!! / LIHAT SAJA NANTI..!! // 28. TEMAN-TEMAN ; AH HAH HAH HAH.. MENTERTAWAKAN APRIL Halaman 17 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” No. Dialog Catatan 29. SOUND BGM VOL UP -> FADE OUT Adegan ke- 12 - Tema PULANG KE RUMAH AYAHNYA SUDAH MENINGGAL - Setting RUMAH -Tokoh APRIL, MAJIKAN, AYAH, ORANG-ORANG - Theme Song BGM 1 = NOCTURNE - CHOPIN - OP . POSTH IN C MINOR - PIANO COVER BY . BRIGITTE ENGERER; BGM 2 = AYAH - THE MERCY ' S Dialog Catatan BGM 1 PLAY TERBARING MENGGUNAKAN KAIN KAFAN DUDUK BERDOA DI DEPAN AYAH Dialog SOUND AYAH MAJIKAN APRIL AKU PUN PULANG KE RUMAH..// DAN BERMAKSUD UNTUK MEMINTA HP LAGI KE AYAH..// TAPI DI DEPAN RUMAHNYA SEKARANG BANYAK ORANG.. APRIL ; LHO ADA APA ITU..?? // KENAPA DI RUMAHKU BANYAK ORANG . . ? ? APRIL ASSALAMU 1 ALAIKUM . . ! ! ORANG-ORANG WA 1 ALAI KUM SALAM . . APRIL ADA APA INI . . ?? // MAJIKAN APRIL. . ! ! APRIL YA. . MAJIKAN YANG SABAR YA NAK . . ! ! / / APRIL HAH . . ! ! MAJIKAN AYAHMU SUDAH MENINGGAL . . ! ! APRIL APAH ..!!// APRIL ; AYAH . . ! ! / / AYAAAHHH . . ! ! BANGUN YAH..!! // MAJIKAN ; INI UANG DUA RATUS JUTA UNTUK KAMU..// SEBAGAI ASURANSI DARI PERUSAHAAN KAMI ATAS KEMATIAN AYAHMU . . / / APRIL ; HAH . . ! ! II DUA RATUS JUTA PAK . . ? ? // BGM 1 STOP SFX AMBIENCE KAGET SFX TAHLILAN SFX AMBIENCE KAGET Halaman 18 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah” Dialog Catatan 18 . MAJIKAN 19 . APRIL 20 . APRIL APRIL 22 . APRIL 24 . SOUND 25 . APRIL 26 . APRIL APRIL..// AYAHMU MENINGGAL KARENA BGM 2 FADE IN IA TERLALU LELAH BEKERJA..// SELAMA DUA MINGGU INI..// AYAHMU SELALU DATANG PALING PAGI..// DAN PULANG PALING AKHIR..// SEBELUMNYA AYAHMU HANYA MENGANGKUT BARANG YANG RINGAN- RINGAN SAJA. . / TAPI SELAMA DUA MINGGU INI AYAHMU SELALU MENGANGKUT BARANG-BARANG YANG BERAT..// KARENA AYAHMU AKHIRNYA MENINGGAL KARENA KELELAHAN..// AYAAAHHH . . ! ! BANGUN YAH . . ! ! // HIKZ . . HIKZ . . HIKZ..// AYAAAAAAAHHH ..../// AYAAAHHH..!! BANGUN YAH..!! // MENANGIS LEBIH KERAS HIKZ.. HIKZ. HIKZ . . // ..III BGM VOL UP BGM VOL DOWN SEKARANG AKU SUDAH PUNYA UANG BANYAK SEKALI..// TAPI SEKARANG AKU SADAR../ UANG INI TERNYATA TIDAK ADA ARTINYA APA-APA// SEBESAR APAPUN UANG TETAP SAJA TIDAK BISA MENGHIDUPKAN KEMBALI AYAHKU . . / / AYAAHH ..!!// KINI KU SADAR YAH..// BETAPA KAU SANGAT BERHARGA BAGIKU..!! // TAPI SAYANG..// AKU BARU MENYADARINYA KETIKA ENGKAU SUDAH TIADA. . ! ! // TERIMAKASIH AYAH..!! // SEMOGA ENGKAU SELAMAT DI AKHIRAT SANA..!! // HIKZ.. HIKZ.. HIKZ.. BGM VOP UP -> FADE OUT Halaman 19 dari 19 Naskah Drama “Terimakasih Ayah”
naskah drama aku vs ayahku